![]() |
|
Foto Ito (kiri) yang sedang bekerja di minimarket kembali viral. |
Pada tahun 2015, setelah lulus dari universitas dan bergabung dengan Ventforet Kofu, Ito tidak langsung dipromosikan ke tim utama. Sebaliknya, ia harus mengikuti program pelatihan pemain baru klub. Salah satu komponen khusus program tersebut adalah pengalaman magang di sebuah minimarket.
Di sini, Ito dan pemain lain harus melakukan semua pekerjaan seorang karyawan sungguhan, seperti menata barang, mengisi kembali rak, melayani pelanggan, bekerja sebagai kasir, dan bahkan menjual sate ayam goreng.
Pengalaman Ito mungkin tampak tidak berhubungan dengan sepak bola. Namun, bagi banyak klub Jepang, ini adalah bagian dari filosofi pelatihan yang sangat khas: melatih orang sebelum melatih pemain. Tim ingin talenta muda memahami bahwa mereka bukanlah “pusat dunia ,” dan dengan demikian belajar untuk menghormati semua profesi, menjalani kehidupan yang disiplin, tepat waktu, bertanggung jawab, dan teliti bahkan dalam detail terkecil.
Sebelas tahun setelah periode itu, Ito mencapai tonggak paling berkesan dalam kariernya ketika ia mencetak gol dalam pertandingan Piala Dunia ke-1.000. Gelandang Genk itu membantu Jepang menang 4-0 melawan Tunisia, memberi mereka keuntungan dalam persaingan untuk lolos dari Grup F.
Dengan hasil ini, Jepang meraih kemenangan terbesar dalam sejarah tim Asia di Piala Dunia. Pada saat yang sama, ini juga merupakan jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak “Samurai Biru” dalam satu pertandingan di turnamen sepak bola terbesar di planet ini.
Sumber: https://znews.vn/tuyen-thu-nhat-ban-tung-lam-viec-o-cua-hang-tien-loi-post1661938.html
