اخبار

Trump Adu Mulut dengan Senator AS Gegara Perang Iran

الكاتبabdulrahman-mustafaتاريخ النشر
Trump Adu Mulut dengan Senator AS Gegara Perang Iran

Washington DC

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlibat adu mulut dengan Senator Partai Republik, Bill Cassidy, terkait perang AS-Iran. Insiden ini terjadi sehari setelah Senat AS meloloskan resolusi yang menyerukan penghentian perang melawan Teheran.

Ribut-ribut antara Trump dan Cassidy itu, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Kamis (25/6/2026), terjadi dalam sebuah pertemuan tertutup yang digelar Presiden AS tersebut dengan sejumlah anggota Partai Republik pada Rabu (24/6) waktu setempat.

Beberapa politisi Partai Republik yang hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan bahwa Trump terlibat adu mulut, bahkan diwarnai saling berteriak, dengan Senator Cassidy yang mewakili negara bagian Lousiana. Pemicu adu mulut keduanya tidak diketahui secara jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran, Trump Marah-marah!

Namun, saat berbicara kepada wartawan, Senator Cassidy mengatakan bahwa pemerintahan Trump perlu memberikan penjelasan mengenai kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani Presiden AS itu pekan lalu. Kesepakatan itu memberikan insentif finansial kepada Iran, namun tidak memenuhi tujuan-tujuan yang ditetapkan Trump saat perang dimulai.

“Rakyat Amerika perlu mengetahui lebih banyak, bukan hanya informasi yang selama ini disampaikan kepada kita,” ucapnya.

“Tampaknya, meskipun saya tidak tahu pasti, situasi ini tidak berjalan sesuai dengan apa yang telah disampaikan kepada kita sebelumnya,” sebut Senator Cassidy.

Dalam voting yang digelar pada Selasa (23/6), Senat AS — majelis tinggi dalam Kongres — memberikan 50 suara dukungan, berbanding 48 suara menolak, untuk menyetujui resolusi yang diberi nama “War Powers Resolution” tersebut, yang sebelumnya telah diloloskan oleh DPR AS.

Dukungan mayoritas itu didapatkan setelah empat Senator Republikan, terdiri atas Cassidy, Susan Collins, Lisa Murkowski, dan Rand Paul, bergabung dengan Senator Demokrat dalam mendukung resolusi tersebut. Satu Senator Demokrat menolak resolusi itu, sedangkan dua Senator Republikan lainnya memilih abstain.

Resolusi itu bersifat tidak mengikat, namun menjadi wujud penolakan simbolis terkuat dari Kongres AS terhadap perang, setelah sembilan voting sebelumnya gagal mendapatkan suara mayoritas.

Trump memberikan reaksi kemarahan terhadap keputusan Senat AS meloloskan resolusi tersebut, yang disebutnya “tidak berarti”. Dia juga mengecam empat Senator Partai Republik turut mendukung resolusi tersebut, dengan menyebut mereka sebagai “pecundang” dan telah “mempersulit pekerjaan saya”.

Dalam upaya untuk menyenangkan Trump, para pemimpin senior Partai Republik dalam Senat AS menjadwalkan voting terbaru pada Rabu (24/6) tengah malam untuk menjegal resolusi yang telah diloloskan tersebut.

Hasil voting menunjukkan 50 suara mendukung untuk memblokir resolusi mengenai wewenang perang itu dan 47 suara menolak — yang berarti sebagian besar Senator mengikuti garis partai mereka. Namun demikian hasil voting ini tidak mempengaruhi hasil pemungutan suara sebelumnya yang meloloskan resolusi itu.

Baca juga: Pukulan Bagi Trump, Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran

Loading...

Halaman 2 dari 2

(nvc/ita)