اخبار

Berlari Sendiri, Lalu Lothar Matthaus Mencetak Gol Abadi

الكاتبabdulrahman-mustafaتاريخ النشر
Berlari Sendiri, Lalu Lothar Matthaus Mencetak Gol Abadi

Jika ada yang tetap bertahan tak lekang waktu dari Piala Dunia 1990, maka gol Lothar Matthaus ke gawang Yugoslavia adalah salah satunya. Baru saja laga pembuka, Matthaus sudah menunjukkan kecermelangannya. Aksinya jadi titik mula kegemilangan Jerman Barat mencapai puncak dunia.

Ketika Diego Maradona menggambarkan Lothar Matthaus sebagai rival terbaik yang pernah dia temui, itu adalah pujian terbesar yang bisa diberikan seorang legenda Argentina untuk pemain Jerman Barat tersebut. Maradona tidak berlebihan.

Maradona dan Matthaus bersaing di klub dan negara dengan cara berbeda. Piala Dunia 1990 menjadi salah satu momen penting untuk rivalitas keduanya.

Sementara Maradona dikenal sebagai pemain jenius dengan bakat luar biasa, Matthaus dikenal sebagai gelandang paling komplet yang pernah ada.

Selain punya jiwa kepemimpinan, pemain yang pernah memperkuat Bayern Muenchen dan Inter Milan ini punya stamina yang luar biasa, jangkauan umpan yang fenomenal, dan tembakan tembakan yang sangat keras.

Balas dendam

Pada Piala Dunia 1990 yang digelar di Italia, Matthaus datang dengan membawa ambisi membalas dendam kepada Diego Maradona dan kawan-kawan. Empat tahun sebelumnya di Stadion Azteca, Meksiko, Jerman Barat harus mengakui keunggulan Argentina 2-3 di partai final.

Di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Jerman Barat sedang unggul 2-1 atas Yugoslavia ketika Matthaus beraksi untuk mencetak gol keduanya. Satu gol yang dicetak sebelumnya tidaklah cukup bagi Matthaus.

Matthaus menciptakan gol kedua yang istimewa lewat aksi solo run. Gol ini tidak hanya istimwa karena akhirnya bola bisa bersarang gawang, tetapi bagaimana proses bola bisa sampai ke situ.

Ada kecenderungan yang dapat dimengerti untuk berpikir bahwa gol solo umumnya didasarkan pada keterampilan, menguras tenaga, dan membuat bingung para bek. Namun Matthaus melakukannya dengan ”sederhana”, yaitu mengubah arah lari dan mengalahkan satu bek.

Impian Kapten kesebelasan Jerman, Lothar Mattheus untuk menjadi pemain terbaik Eropa 1990 tercapai juga. Keberhasilan Mattheus menukuhkan kegemilangan Jerman yang merajai Sepak Bola dunia tahun ini. Bersama Pierre Littbarski (kanan) , Mattheus juga mempersembahkan Piala Dunia bagi Jerman pada bulan Juni.

Bermula dari umpan Klaus Augenthaler di wilayah pertahanan sendiri, Matthaus berbalik arah untuk berlari. Pria kelahiran Erlangen, Jerman Barat, ini menembus ruang terbuka lebih dari separuh lapangan jauhnya.

Libero Yugoslavia, Davor Jozic, sempat berusaha menghentikan pergerakan tersebut, tetapi Matthaus dengan brilian menghindari tekel lawannya. Sang kapten semakin leluasa setelah pergerakan Rudy Voeller dan Juergen Klinsmann sempat memancing bek Yugoslavia bergerak melebar dan menciptakan ruang tembak.

Jarak 26 meter

Saat bek Yugoslavia, Faruk Hadzibegic dan Predrag Spasic, menyadari ancaman yang bisa dihadirkan Matthaus dan berusaha menutup celah yang ada, mereka terlambat. Matthaus sudah melepaskan tembakan dengan kecepatan 65 mile (104 kilometer) per jam di antara kedua pemain tersebut dan dengan jarak 26 meter dari gawang.

Kiper Tomislav Ivkovic tak berdaya dengan tendangan keras tersebut. Jerman Barat menambah keunggulan sebelum mengakhiri laga dengan kemenangan 4-1 lewat tambahan gol dari Voeller.

Suporter Yugoslavia di Piala Dunia 1990 Italia. Kompas/Kartono Ryadi (KR) *** Local Caption *** SUPORTER YUGOSLAVIA -- Para suporter Yugoslavia dengan penuh semangat mengibarkan bendera Yugoslavua, saat pertandingan tim negerinya itu dalam sepak bola Piala Dunia 1990 di Italia, 9 Juni sampai 8 Juli 1990. Judul Amplop: Sepak Bola : Inggris Vs German

Penampilan gemilang Matthaus membantu timnya mengawali turnamen dengan penuh gaya. Empat pekan kemudian, Matthaus mengangkat trofi Piala Dunia setelah menaklukkan Argentina, 1-0.

Trofi beserta gol-gol yang dilesakkan para pemain Jerman Barat di Piala Dunia itu akhirnya abadi. Bukan hanya karena golnya indah seperti milik Matthaus, melainkan juga karena tercatat selamanya sebagai pencapaian Jerman Barat di Piala Dunia.

Tiga bulan setelah Piala Dunia 1990, tercipta reunifikasi Jerman. Negara Jerman Barat bergabung dengan Jerman Timur untuk menjadi Jerman. Maka, aksi gemilang pemain seperti Matthaus menjadi salam perpisahan Jerman Barat kepada Piala Dunia.

Jika ada yang tetap bertahan tak lekang waktu dari Piala Dunia 1990, maka gol Lothar Matthaus ke gawang Yugoslavia adalah salah satunya. Baru saja laga pembuka, Matthaus sudah menunjukkan kecermelangannya. Aksinya jadi titik mula kegemilangan Jerman Barat mencapai puncak dunia.

Ketika Diego Maradona menggambarkan Lothar Matthaus sebagai rival terbaik yang pernah dia temui, itu adalah pujian terbesar yang bisa diberikan seorang legenda Argentina untuk pemain Jerman Barat tersebut. Maradona tidak berlebihan.

Maradona dan Matthaus bersaing di klub dan negara dengan cara berbeda. Piala Dunia 1990 menjadi salah satu momen penting untuk rivalitas keduanya.

Baca JugaSebelum Roberto Carlos, Brasil Punya Nelinho dan Tendangan Mustahilnya

Sementara Maradona dikenal sebagai pemain jenius dengan bakat luar biasa, Matthaus dikenal sebagai gelandang paling komplet yang pernah ada.

Selain punya jiwa kepemimpinan, pemain yang pernah memperkuat Bayern Muenchen dan Inter Milan ini punya stamina yang luar biasa, jangkauan umpan yang fenomenal, dan tembakan tembakan yang sangat keras.

Kapten Argentina Diego Maradona mencoba melerai rekannya José Serrizuela saat terlibat perselisihan dengan pemain Jerman Barat di final Piala Dunia 1990 Italia. Kompas/Kartono Ryadi (KR)

Balas dendam

Pada Piala Dunia 1990 yang digelar di Italia, Matthaus datang dengan membawa ambisi membalas dendam kepada Diego Maradona dan kawan-kawan. Empat tahun sebelumnya di Stadion Azteca, Meksiko, Jerman Barat harus mengakui keunggulan Argentina 2-3 di partai final.

Di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Jerman Barat sedang unggul 2-1 atas Yugoslavia ketika Matthaus beraksi untuk mencetak gol keduanya. Satu gol yang dicetak sebelumnya tidaklah cukup bagi Matthaus.

Matthaus menciptakan gol kedua yang istimewa lewat aksi solo run. Gol ini tidak hanya istimwa karena akhirnya bola bisa bersarang gawang, tetapi bagaimana proses bola bisa sampai ke situ.

Baca JugaGol ”Kaki Dewa” Manuel Negrete dalam Misteri Azteca

Ada kecenderungan yang dapat dimengerti untuk berpikir bahwa gol solo umumnya didasarkan pada keterampilan, menguras tenaga, dan membuat bingung para bek. Namun Matthaus melakukannya dengan ”sederhana”, yaitu mengubah arah lari dan mengalahkan satu bek.

Impian Kapten kesebelasan Jerman, Lothar Mattheus untuk menjadi pemain terbaik Eropa 1990 tercapai juga. Keberhasilan Mattheus menukuhkan kegemilangan Jerman yang merajai Sepak Bola dunia tahun ini. Bersama Pierre Littbarski (kanan) , Mattheus juga mempersembahkan Piala Dunia bagi Jerman pada bulan Juni.

Bermula dari umpan Klaus Augenthaler di wilayah pertahanan sendiri, Matthaus berbalik arah untuk berlari. Pria kelahiran Erlangen, Jerman Barat, ini menembus ruang terbuka lebih dari separuh lapangan jauhnya.

Libero Yugoslavia, Davor Jozic, sempat berusaha menghentikan pergerakan tersebut, tetapi Matthaus dengan brilian menghindari tekel lawannya. Sang kapten semakin leluasa setelah pergerakan Rudy Voeller dan Juergen Klinsmann sempat memancing bek Yugoslavia bergerak melebar dan menciptakan ruang tembak.

Jarak 26 meter

Saat bek Yugoslavia, Faruk Hadzibegic dan Predrag Spasic, menyadari ancaman yang bisa dihadirkan Matthaus dan berusaha menutup celah yang ada, mereka terlambat. Matthaus sudah melepaskan tembakan dengan kecepatan 65 mile (104 kilometer) per jam di antara kedua pemain tersebut dan dengan jarak 26 meter dari gawang.

Baca JugaGol Roket Arie Haan Melesat sampai Jauh

Kiper Tomislav Ivkovic tak berdaya dengan tendangan keras tersebut. Jerman Barat menambah keunggulan sebelum mengakhiri laga dengan kemenangan 4-1 lewat tambahan gol dari Voeller.

Suporter Yugoslavia di Piala Dunia 1990 Italia. Kompas/Kartono Ryadi (KR) *** Local Caption *** SUPORTER YUGOSLAVIA -- Para suporter Yugoslavia dengan penuh semangat mengibarkan bendera Yugoslavua, saat pertandingan tim negerinya itu dalam sepak bola Piala Dunia 1990 di Italia, 9 Juni sampai 8 Juli 1990. Judul Amplop: Sepak Bola : Inggris Vs German

Penampilan gemilang Matthaus membantu timnya mengawali turnamen dengan penuh gaya. Empat pekan kemudian, Matthaus mengangkat trofi Piala Dunia setelah menaklukkan Argentina, 1-0.

Trofi beserta gol-gol yang dilesakkan para pemain Jerman Barat di Piala Dunia itu akhirnya abadi. Bukan hanya karena golnya indah seperti milik Matthaus, melainkan juga karena tercatat selamanya sebagai pencapaian Jerman Barat di Piala Dunia.

Tiga bulan setelah Piala Dunia 1990, tercipta reunifikasi Jerman. Negara Jerman Barat bergabung dengan Jerman Timur untuk menjadi Jerman. Maka, aksi gemilang pemain seperti Matthaus menjadi salam perpisahan Jerman Barat kepada Piala Dunia.