اخبار

Berawal dari Lorong Gersang, Senang dan Tenang Tercipta

الكاتبabdulrahman-mustafaتاريخ النشر
Berawal dari Lorong Gersang, Senang dan Tenang Tercipta

”Dari lorong sempit, kita harus memberikan solusi besar”. Begitulah penggalan kalimat yang diucapkan Taufiq Supriadi, Ketua RT 008 RW 004, Malaka Jaya, Jakarta Timur, kepada tamu yang mendatangi rumahnya. Mereka bukanlah tamu biasa. Orang yang mengelilingi Taufiq, Kamis (25/6/2026) sore itu, ialah perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Cirebon dan mahasiswa dari sejumlah universitas di Jakarta. Mereka bertamu untuk mencuri ilmu Taufiq yang kini ramai sebagai RT (rukun tetangga) viral di Jakarta.

Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menjelaskan sistem keberlanjutan yang ditanamkan di RT 08 kepada pengunjung, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026
Maket rumah Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang dapat menjadi percontohan pemanfaatan ruang bagi rumah-rumah warga di gang sempit, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026

RT 008 seluas 5.400 meter dan ditinggali 40 rumah itu menjadi RT percontohan di Jakarta. Di sepanjang gang dengan lebar tidak lebih dari 2 meter itu banyak ditanami pepohonan produktif dan pohon hias. Gang yang hanya mampu untuk dua sepeda motor itu pun rimbun dengan tanaman sehingga membuat suasana menjadi sejuk. Suasana RT 008 hari ini merupakan perjuangan Taufiq Supriadi mengajak warganya untuk bersama-sama berbenah dan menciptakan lingkungan yang sehat. 

”Sebelum seperti ini, dulu lingkungan di sini gersang. Sampah tidak dipilah dan warga hanya menunggu program dari atasan,” ujar Taufiq.

<p>Memberikan penjelasan kepada mahasiswa.</p><p><strong>KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN</strong></p><p>Ikan di kolam gizi.</p><p><strong>KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN</strong></p><p>Ternak ayam warga RT 08 Malaka Jaya.</p><p><strong>KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN</strong></p>

Memberikan penjelasan kepada mahasiswa.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Ikan di kolam gizi.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Ternak ayam warga RT 08 Malaka Jaya.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Semenjak ia diamanahi menjadi Ketua RT, Taufiq langsung membenahi lingkungannya. Program pertamanya adalah menghadirkan pepohonan produktif dan disimpan di setiap sudut gang. Langkah awal ini untuk menyadarkan warga bahwa keberadaan pepohonan sangat bermanfaat untuk sekitar.

Setelah berhasil membuat lingkungannya menjadi tidak gersang, Taufiq melanjutkan programnya dengan membangun kolam untuk ikan untuk warga yang ia beri nama ”Kolam Gizi Warga”. Di kolam itu terdapat berbagai jenis ikan, seperti lele, nila, dan mujair. Ikan-ikan itu nantinya diberikan untuk ibu hamil, anak balita, dan warga lansia.

Anak-anak melihat ikan nila yang diternak pengurus RT untuk warga di RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026

Selain itu, Taufiq pun mencoba inovasi untuk menernak lele di atas saluran-saluran air permukiman. Saluran itu dibuat menjadi dua tingkat. Tingkat paling rendah digunakan sebagai saluran air untuk mengalirkan air hujan. Sementara tingkat atas dijadikan sebagai tempat budidaya ikan.

Pemanfaatan ruang itu menjadi percontohan RT di Jakarta. Bahkan, pada April 2024, Museum Rekor Dunia Indonesia mencatat RT 008 RW 004 Malaka Jaya menjadi RT pertama yang memiliki kolam ikan hias dan gizi untuk warga. 

Warga memberikan makanan sisa kepada ayam di RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026
Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menjelaskan pemanfaatan limbah untuk menjadi pakan maggot, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026

Berbarengan dengan itu semua, Taufiq pun mengajari warganya untuk peduli sampah dengan memilah dari rumah. Kini, sekitar 26,6 kilogram sampah organik dari 40 rumah warga terkumpul setiap bulan. Sampah-sampah organik itu pun diolah kembali menjadi lebih bermanfaat. Di antaranya menjadi pakan maggot dan pakan ternak ayam petelur.

Sedikitnya terdapat 15 ayam petelur yang dikelola warga bersama-sama. Hampir setiap hari, ayam-ayam itu menghasilkan sekitar 13 telur. Sampah organik dari rumah warga dimanfaatkan menjadi pakan ayam. Sisa kotoran yang berada di kandang ayam pun dapat diolah kembali menjadi pupuk untuk tanaman.

Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menunjukan pengawasan cctv di area RT kepada mahasiswa, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026
Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menjelaskan pemanfaatan ruang untuk menjadi sistem sirkuar, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026
Kamera cctv di RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026

Lingkungan RT 008 pun menjadi salah satu lingkungan yang aman. Hal itu dikarenakan pemantauan selama 24 jam dari kamera CCTV yang terpasang di setiap sudut gang. Kamera CCTV ini dapat diakses oleh setiap warga melalui ponsel. Tidak hanya itu, di gang pun dilengkapi pengeras suara yang dapat dibunyikan oleh warga melalui ponsel.

”Dengan demikian, jika ada warga dengan gelagat mencurigakan bisa langsung terlihat dan bisa kita tegur melalui pengeras suara,” ucapnya.

Lorong sempit di tengah Ibu Kota akan selalu melekat hingga kapan pun. Alih-alih menjadikan sebuah masalah, di tangan Taufiq dan warga RT 008 RW 004 Malaka Jaya, lorong sempit itu berhasil menjadi ruang aman, nyaman, dan berkelanjutan yang akan terus diturunkan untuk anak cucu mereka.

”Dari lorong sempit, kita harus memberikan solusi besar”. Begitulah penggalan kalimat yang diucapkan Taufiq Supriadi, Ketua RT 008 RW 004, Malaka Jaya, Jakarta Timur, kepada tamu yang mendatangi rumahnya. Mereka bukanlah tamu biasa. Orang yang mengelilingi Taufiq, Kamis (25/6/2026) sore itu, ialah perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Cirebon dan mahasiswa dari sejumlah universitas di Jakarta. Mereka bertamu untuk mencuri ilmu Taufiq yang kini ramai sebagai RT (rukun tetangga) viral di Jakarta.

Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menjelaskan sistem keberlanjutan yang ditanamkan di RT 08 kepada pengunjung, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026
Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menjelaskan sistem keberlanjutan yang ditanamkan di RT 08 kepada pengunjung, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026
Maket rumah Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang dapat menjadi percontohan pemanfaatan ruang bagi rumah-rumah warga di gang sempit, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026

RT 008 seluas 5.400 meter dan ditinggali 40 rumah itu menjadi RT percontohan di Jakarta. Di sepanjang gang dengan lebar tidak lebih dari 2 meter itu banyak ditanami pepohonan produktif dan pohon hias. Gang yang hanya mampu untuk dua sepeda motor itu pun rimbun dengan tanaman sehingga membuat suasana menjadi sejuk. Suasana RT 008 hari ini merupakan perjuangan Taufiq Supriadi mengajak warganya untuk bersama-sama berbenah dan menciptakan lingkungan yang sehat. 

”Sebelum seperti ini, dulu lingkungan di sini gersang. Sampah tidak dipilah dan warga hanya menunggu program dari atasan,” ujar Taufiq.

<p>Memberikan penjelasan kepada mahasiswa.</p><p><strong>KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN</strong></p><p>Ikan di kolam gizi.</p><p><strong>KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN</strong></p><p>Ternak ayam warga RT 08 Malaka Jaya.</p><p><strong>KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN</strong></p>

Memberikan penjelasan kepada mahasiswa.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Ikan di kolam gizi.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Ternak ayam warga RT 08 Malaka Jaya.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Semenjak ia diamanahi menjadi Ketua RT, Taufiq langsung membenahi lingkungannya. Program pertamanya adalah menghadirkan pepohonan produktif dan disimpan di setiap sudut gang. Langkah awal ini untuk menyadarkan warga bahwa keberadaan pepohonan sangat bermanfaat untuk sekitar.

Setelah berhasil membuat lingkungannya menjadi tidak gersang, Taufiq melanjutkan programnya dengan membangun kolam untuk ikan untuk warga yang ia beri nama ”Kolam Gizi Warga”. Di kolam itu terdapat berbagai jenis ikan, seperti lele, nila, dan mujair. Ikan-ikan itu nantinya diberikan untuk ibu hamil, anak balita, dan warga lansia.

Anak-anak melihat ikan nila yang diternak pengurus RT untuk warga di RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026

Selain itu, Taufiq pun mencoba inovasi untuk menernak lele di atas saluran-saluran air permukiman. Saluran itu dibuat menjadi dua tingkat. Tingkat paling rendah digunakan sebagai saluran air untuk mengalirkan air hujan. Sementara tingkat atas dijadikan sebagai tempat budidaya ikan.

Pemanfaatan ruang itu menjadi percontohan RT di Jakarta. Bahkan, pada April 2024, Museum Rekor Dunia Indonesia mencatat RT 008 RW 004 Malaka Jaya menjadi RT pertama yang memiliki kolam ikan hias dan gizi untuk warga. 

Warga memberikan makanan sisa kepada ayam di RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026
Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menjelaskan pemanfaatan limbah untuk menjadi pakan maggot, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026

Berbarengan dengan itu semua, Taufiq pun mengajari warganya untuk peduli sampah dengan memilah dari rumah. Kini, sekitar 26,6 kilogram sampah organik dari 40 rumah warga terkumpul setiap bulan. Sampah-sampah organik itu pun diolah kembali menjadi lebih bermanfaat. Di antaranya menjadi pakan maggot dan pakan ternak ayam petelur.

Sedikitnya terdapat 15 ayam petelur yang dikelola warga bersama-sama. Hampir setiap hari, ayam-ayam itu menghasilkan sekitar 13 telur. Sampah organik dari rumah warga dimanfaatkan menjadi pakan ayam. Sisa kotoran yang berada di kandang ayam pun dapat diolah kembali menjadi pupuk untuk tanaman.

Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menunjukan pengawasan cctv di area RT kepada mahasiswa, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026
Ketua RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi menjelaskan pemanfaatan ruang untuk menjadi sistem sirkuar, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026
Kamera cctv di RT 08 RW 04, Malaka Jaya, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). Selama 2,5 tahun, RT 08 RW 04 Malaka Jaya membangun ekosistem pengelolaan sampah organik mandiri oleh warganya.  Ketua RT 08, Taufiq Supriadi menggags itu dan berharap dari lorong sempit ini dapat menjadi inspirasi bagi RT-RT lainnya di Jakarta bahkan di Indonesia.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
25-06-2026

Lingkungan RT 008 pun menjadi salah satu lingkungan yang aman. Hal itu dikarenakan pemantauan selama 24 jam dari kamera CCTV yang terpasang di setiap sudut gang. Kamera CCTV ini dapat diakses oleh setiap warga melalui ponsel. Tidak hanya itu, di gang pun dilengkapi pengeras suara yang dapat dibunyikan oleh warga melalui ponsel.

”Dengan demikian, jika ada warga dengan gelagat mencurigakan bisa langsung terlihat dan bisa kita tegur melalui pengeras suara,” ucapnya.

Lorong sempit di tengah Ibu Kota akan selalu melekat hingga kapan pun. Alih-alih menjadikan sebuah masalah, di tangan Taufiq dan warga RT 008 RW 004 Malaka Jaya, lorong sempit itu berhasil menjadi ruang aman, nyaman, dan berkelanjutan yang akan terus diturunkan untuk anak cucu mereka.

Baca JugaMenengok Wajah Baru Trotoar HR Rasuna SaidBaca Juga20 Tahun Berseluncur di Jalanan Ibu KotaBaca JugaMerawat Memori Melalui Toponimi Kampung Tua Yogyakarta