اخبار

Inggris Mencari Cara Mematahkan “Kutukan” Harry Kane

الكاتبabdulrahman-mustafaتاريخ النشر
Inggris Mencari Cara Mematahkan “Kutukan” Harry Kane

NEW JERSEY, KOMPAS — Laga menghadapi Panama pada laga pamungkas Grup L di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (28/6/2026) pukul 04.00 WIB, menjadi kesempatan striker Harry Kane untuk mematahkan ”kutukan” dan kembali mencatatkan namanya di papan skor. Laga ini sangat penting bagi Inggris untuk memastikan diri menjadi juara grup sehingga bisa terhindar bertemu tim kuat pada fase gugur.

Sesuai undian, juara Grup L akan menghadapi salah satu peringkat ketiga terbaik pada babak 32 besar. Adapun peringkat kedua harus melawan peringkat kedua Grup K yang sementara ditempati oleh Portugal. Jika Inggris harus bertemu Portugal, itu akan menjadi laga big match yang terlalu dini. Inggris, Ghana, maupun Kroasia masih berpeluang untuk menjadi juara grup jika mendapatkan hasil positif pada laga terakhir.

Seperti ramai diberitakan media, seorang dukun Ghana ”mengutuk” Kane sehingga tak bisa mencetak gol saat Inggris bertemu Ghana pada penyisihan grup pada 22 Juni lalu. Entah percaya atau tidak dengan hal supernatural seperti itu, faktanya adalah Kane gagal mencetak gol sehingga laga berakhir imbang dengan skor 0-0. Padahal, Kane bermain sangat klinis dengan mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan Kroasia pada laga sebelumnya.

Mereka barangkali bukan tim yang terkenal, tetapi mereka tim kuat, mereka underdog dan bisa bermain tanpa tekanan.

Tentu saja, kita tidak percaya dengan hal-gal gaib tersebut bisa memengaruhi hasil sebuah pertandingan sepak bola. Kane tak bisa mencetak gol adalah karena pertahanan Ghana yang bermain luar biasa. Selain itu, Kane dan pemain Inggris lain terlalu banyak menyia- nyiakan peluang. Inggris mendominasi permainan dengan 79 persen penguasaan bola, melepaskan 19 tembakan, dengan angka harapan gol mencapai 1,36 xG.

Menghadapi Panama yang sudah dipastikan tersingkir adalah kesempatan bagi Kane untuk kembali menunjukkan ketajamannya lagi. Kane berpeluang besar mematahkan “kutukan” golnya menghadapi lawan yang sudah tidak punya harapan lagi. Ketajaman Kane menjadi tumpuan Inggris untuk bisa melaju sejauh mungkin pada Piala Dunia kali ini.

Meskipun demikian, pelatih Inggris Thomas Tuchel mengatakan, mereka tidak akan menganggap enteng Panama yang sudah pasti tersingkir. Berbicara pada konferensi pers jelang laga di Stadion MetLife, Jumat (26/6/2026), Tuchel menyebut Panama bisa berbahaya karena mereka bisa bermain tanpa beban saat menghadapi Inggris.

“Ini adalah laga yang sulit melawan tim yang susah untuk ditembus. Mereka sangat jarang memberikan peluang pada lawan, hanya kebobolan pada menit ke-95 melawan Ghana, lewat serangan balik ketika mereka berusaha mencetak gol. Mereka barangkali bukan tim yang terkenal, tetapi mereka tim kuat, mereka underdog dan bisa bermain tanpa tekanan, ” kata Tuchel.

Menembus ”low block”

Menurut Tuchel, mereka harus bisa mencari cara bagaimana menghadapi tim seperti Panama yang dipastikan akan bermain dengan stategi pertahanan rendah (low block) dan menumpuk pemain di lini pertahanan. “Ini akan menjadi skema yang kompleks, mereka akan terus bertahan, dengan deep block, jadi kami harus berusaha untuk menembusnya,” ujar pelatih asal Jerman ini.

Tuchel menjelaskan, Inggris harus berada dalam performa terbaik untuk mengalahkan Panama. “Kami harus bisa mempercepat permainan pada saat yang tepat. Tetapi, kami juga harus melakukan high press. Ini adalah laga kompleks, kami tim favorit, harus bermain lebih baik, lebih baik dibanding lawan Ghana, tetapi ini adalah tantangan lain,” katanya.

Persiapan Inggris menghadapi laga ini kurang ideal karena sejumlah pemain utama mengalami cedera. Tuchel terpaksa harus memutar otak untuk mengubah komposisi gelandang dan bek kanan karena para pemainnya bermasalah.

England WCup Soccer

Cedera paling parah dialami oleh bek kanan Reece James yang dipastikan harus absen menghadapi Panama. Ia bahkan tidak ikut skuad Inggris ke New Jersey dan tetap bertahan di markas tim di Kansas untuk fokus melakukan pemulihan. Selain itu, gelandang bertahan Declan Rice juga mengalami masalah dengan betisnya saat melawan Ghana sedangkan gelandang Elliot Anderson juga dalam kondisi kurang bugar. Meskipun demikian dua pemain ini kemungkinan bisa bermain melawan Panama.

“Ia (James) mengalami masalah hamstring, tidak bisa berlatih dua hari terakhir. Dan sekarang dalam tahap rehabilitasi, kita lihat gim per gim, tetapi kami percaya ia bisa bermain di turnamen,” ungkap Tuchel.

Cederanya James membuat komposisi bek kanan Inggris dilanda krisis karena mereka sebelumnya sudah harus mengirim pulang Tino Livramento pulang juga karena cedera. Keputusan Tuchel yang tidak membawa bek seperti Trent-Alexander Arnold pun dipertanyakan karena kini mereka tinggal punya satu bek dengan karakter menyerang, Nico O’Reilly. Alternatif bek kanan bagi Tuchel adalah Ezri Konsa, Jarell Quansah, dan Djed Spence tetapi tidak satu pun yang memiliki karakter menyerang.

Saat ditanya apakah ia puas dengan pilihan yang tersedia sebagai alternatif James, Tuchel mengaku puas. “Tentu saja, saya yang memilih tim. Saya gembira dengan karakteristik pemain, dan kekuatan yang mereka berikan pada tim,” kata Tuchel.

Tuchel juga mengungkap bahwa Rice dan Anderson sudah bisa berlatih secara penuh dengan anggota skuad lain. “Mereka mengalami masalah selepas laga, tetapi bisa pulih. Semua bisa bermain kecuali James, dan siap untuk bertarung,” ujarnya.

England WCup Soccer

Terkait dengan masalah transfer pemain yang melibatkan sejumlah pemain Inggris, Tuchel menjelaskan bahwa para pemain tetap fokus dengan turnamen. Salah satunya adalah Anderson yang sudah sepakat untuk pindah ke Manchester City dari Nottingham Forest. Demi mendapatkan pemain berusia 23 tahun itu, City rela merogoh kocek sebesar 116 juta pound sterling yang merupakan rekor termahal bagi pemain Inggris.

“Tidak ada gangguan, tidak ada medical sebelum pertandingan. Fokusnya adalah latihan bersama kami, jadi tidak ada gangguan. Kita ingin memenangi laga, kita ingin juara grup, dan kami butuh Elliot dalam mindset yang tepat. Realitasnya adalah transfer biasa dalam sepak bola, dan semua terjadi di balik layar. Kami akan memfasilitasinya, tetapi setelah laga,” kata Tuchel.

Sementara itu bek Marc Guehi yang mendampingi Tuchel mengatakan, dia siap jika dipercaya untuk kembali bermain sebagai bek tengah. “Siapa pun yang bermain tidak masalah bagi saya asalkan tim bisa tampil baik. Saya gembira karena diberi kepercayaan bermain pada laga terakhir, untuk membantu tim,” ujarnya.

NEW JERSEY, KOMPAS — Laga menghadapi Panama pada laga pamungkas Grup L di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (28/6/2026) pukul 04.00 WIB, menjadi kesempatan striker Harry Kane untuk mematahkan ”kutukan” dan kembali mencatatkan namanya di papan skor. Laga ini sangat penting bagi Inggris untuk memastikan diri menjadi juara grup sehingga bisa terhindar bertemu tim kuat pada fase gugur.

Sesuai undian, juara Grup L akan menghadapi salah satu peringkat ketiga terbaik pada babak 32 besar. Adapun peringkat kedua harus melawan peringkat kedua Grup K yang sementara ditempati oleh Portugal. Jika Inggris harus bertemu Portugal, itu akan menjadi laga big match yang terlalu dini. Inggris, Ghana, maupun Kroasia masih berpeluang untuk menjadi juara grup jika mendapatkan hasil positif pada laga terakhir.

Seperti ramai diberitakan media, seorang dukun Ghana ”mengutuk” Kane sehingga tak bisa mencetak gol saat Inggris bertemu Ghana pada penyisihan grup pada 22 Juni lalu. Entah percaya atau tidak dengan hal supernatural seperti itu, faktanya adalah Kane gagal mencetak gol sehingga laga berakhir imbang dengan skor 0-0. Padahal, Kane bermain sangat klinis dengan mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan Kroasia pada laga sebelumnya.

Mereka barangkali bukan tim yang terkenal, tetapi mereka tim kuat, mereka underdog dan bisa bermain tanpa tekanan.

Baca JugaInggris Vs Ghana: Southgate dan Tuchel Sama Saja

Tentu saja, kita tidak percaya dengan hal-gal gaib tersebut bisa memengaruhi hasil sebuah pertandingan sepak bola. Kane tak bisa mencetak gol adalah karena pertahanan Ghana yang bermain luar biasa. Selain itu, Kane dan pemain Inggris lain terlalu banyak menyia- nyiakan peluang. Inggris mendominasi permainan dengan 79 persen penguasaan bola, melepaskan 19 tembakan, dengan angka harapan gol mencapai 1,36 xG.

Menghadapi Panama yang sudah dipastikan tersingkir adalah kesempatan bagi Kane untuk kembali menunjukkan ketajamannya lagi. Kane berpeluang besar mematahkan “kutukan” golnya menghadapi lawan yang sudah tidak punya harapan lagi. Ketajaman Kane menjadi tumpuan Inggris untuk bisa melaju sejauh mungkin pada Piala Dunia kali ini.

England WCup Soccer

Meskipun demikian, pelatih Inggris Thomas Tuchel mengatakan, mereka tidak akan menganggap enteng Panama yang sudah pasti tersingkir. Berbicara pada konferensi pers jelang laga di Stadion MetLife, Jumat (26/6/2026), Tuchel menyebut Panama bisa berbahaya karena mereka bisa bermain tanpa beban saat menghadapi Inggris.

“Ini adalah laga yang sulit melawan tim yang susah untuk ditembus. Mereka sangat jarang memberikan peluang pada lawan, hanya kebobolan pada menit ke-95 melawan Ghana, lewat serangan balik ketika mereka berusaha mencetak gol. Mereka barangkali bukan tim yang terkenal, tetapi mereka tim kuat, mereka underdog dan bisa bermain tanpa tekanan, ” kata Tuchel.

Menembus ”low block”

Menurut Tuchel, mereka harus bisa mencari cara bagaimana menghadapi tim seperti Panama yang dipastikan akan bermain dengan stategi pertahanan rendah (low block) dan menumpuk pemain di lini pertahanan. “Ini akan menjadi skema yang kompleks, mereka akan terus bertahan, dengan deep block, jadi kami harus berusaha untuk menembusnya,” ujar pelatih asal Jerman ini.

Baca JugaInggris Menjauhkan Kutukan Setelah 1966

Tuchel menjelaskan, Inggris harus berada dalam performa terbaik untuk mengalahkan Panama. “Kami harus bisa mempercepat permainan pada saat yang tepat. Tetapi, kami juga harus melakukan high press. Ini adalah laga kompleks, kami tim favorit, harus bermain lebih baik, lebih baik dibanding lawan Ghana, tetapi ini adalah tantangan lain,” katanya.

Persiapan Inggris menghadapi laga ini kurang ideal karena sejumlah pemain utama mengalami cedera. Tuchel terpaksa harus memutar otak untuk mengubah komposisi gelandang dan bek kanan karena para pemainnya bermasalah.

England WCup Soccer

Cedera paling parah dialami oleh bek kanan Reece James yang dipastikan harus absen menghadapi Panama. Ia bahkan tidak ikut skuad Inggris ke New Jersey dan tetap bertahan di markas tim di Kansas untuk fokus melakukan pemulihan. Selain itu, gelandang bertahan Declan Rice juga mengalami masalah dengan betisnya saat melawan Ghana sedangkan gelandang Elliot Anderson juga dalam kondisi kurang bugar. Meskipun demikian dua pemain ini kemungkinan bisa bermain melawan Panama.

“Ia (James) mengalami masalah hamstring, tidak bisa berlatih dua hari terakhir. Dan sekarang dalam tahap rehabilitasi, kita lihat gim per gim, tetapi kami percaya ia bisa bermain di turnamen,” ungkap Tuchel.

Cederanya James membuat komposisi bek kanan Inggris dilanda krisis karena mereka sebelumnya sudah harus mengirim pulang Tino Livramento pulang juga karena cedera. Keputusan Tuchel yang tidak membawa bek seperti Trent-Alexander Arnold pun dipertanyakan karena kini mereka tinggal punya satu bek dengan karakter menyerang, Nico O’Reilly. Alternatif bek kanan bagi Tuchel adalah Ezri Konsa, Jarell Quansah, dan Djed Spence tetapi tidak satu pun yang memiliki karakter menyerang.

Saat ditanya apakah ia puas dengan pilihan yang tersedia sebagai alternatif James, Tuchel mengaku puas. “Tentu saja, saya yang memilih tim. Saya gembira dengan karakteristik pemain, dan kekuatan yang mereka berikan pada tim,” kata Tuchel.

Baca JugaInggris Membangun Kepercayaan Diri di Laga Pamungkas

Tuchel juga mengungkap bahwa Rice dan Anderson sudah bisa berlatih secara penuh dengan anggota skuad lain. “Mereka mengalami masalah selepas laga, tetapi bisa pulih. Semua bisa bermain kecuali James, dan siap untuk bertarung,” ujarnya.

England WCup Soccer

Terkait dengan masalah transfer pemain yang melibatkan sejumlah pemain Inggris, Tuchel menjelaskan bahwa para pemain tetap fokus dengan turnamen. Salah satunya adalah Anderson yang sudah sepakat untuk pindah ke Manchester City dari Nottingham Forest. Demi mendapatkan pemain berusia 23 tahun itu, City rela merogoh kocek sebesar 116 juta pound sterling yang merupakan rekor termahal bagi pemain Inggris.

“Tidak ada gangguan, tidak ada medical sebelum pertandingan. Fokusnya adalah latihan bersama kami, jadi tidak ada gangguan. Kita ingin memenangi laga, kita ingin juara grup, dan kami butuh Elliot dalam mindset yang tepat. Realitasnya adalah transfer biasa dalam sepak bola, dan semua terjadi di balik layar. Kami akan memfasilitasinya, tetapi setelah laga,” kata Tuchel.

Sementara itu bek Marc Guehi yang mendampingi Tuchel mengatakan, dia siap jika dipercaya untuk kembali bermain sebagai bek tengah. “Siapa pun yang bermain tidak masalah bagi saya asalkan tim bisa tampil baik. Saya gembira karena diberi kepercayaan bermain pada laga terakhir, untuk membantu tim,” ujarnya.