اخبار

Bola yang pernah membuat Ronaldo kebobolan gol di Piala Dunia.

الكاتبabdulrahman-mustafaتاريخ النشر
Bola yang pernah membuat Ronaldo kebobolan gol di Piala Dunia.

Cristiano Ronaldo pernah yakin bahwa dialah yang mencetak gol kemenangan dalam pertandingan Portugal melawan Uruguay di Piala Dunia 2022. Dia berlari untuk merayakan, mengangkat kedua tangannya dan berpikir bahwa dia baru saja menambahkan tonggak sejarah lain ke koleksi rekornya yang sudah mengesankan.

Namun bola tersebut menunjukkan hal sebaliknya.

Data dari sensor yang tertanam di dalam bola Al Rihla mengkonfirmasi bahwa Ronaldo tidak menyentuh bola sebelum masuk ke gawang. Gol tersebut dicatatkan atas nama Bruno Fernandes. Momen itu menjadi salah satu contoh paling mencolok dari semakin besarnya peran teknologi dalam sepak bola modern.

Empat tahun kemudian, Adidas mengembangkan lebih lanjut teknologi ini pada Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026.

“Ketika kita berbicara tentang bola yang terhubung, kita berbicara tentang menghidupkan bola. Kami telah memberinya detak jantung,” kata seorang perwakilan Adidas kepada Marca.

Piala Dunia 2026 bukan hanya kompetisi antar bintang top dunia, tetapi juga panggung bagi kemajuan teknologi terbaru dalam sepak bola. Di Vietnam, para penggemar memiliki kesempatan untuk mengikuti kisah-kisah ini secara lengkap berkat siaran resmi Piala Dunia FIFA 2026 di VTV. VPBank adalah salah satu organisasi yang berkontribusi untuk mendekatkan acara sepak bola terbesar di planet ini kepada jutaan pemirsa Vietnam.

Nama Jabulani yang menghantui

Untuk menciptakan Trionda, Adidas tidak sekadar memasang chip pada bola. Tantangan terbesar adalah memastikan sistem sensor bekerja secara akurat tanpa mengubah sensasi sentuhan bola. Ini merupakan isu yang sangat sensitif bagi Adidas setelah kontroversi seputar Jabulani di Piala Dunia 2010.

Pada saat itu, banyak penjaga gawang dan pemain merasa bola memiliki lintasan yang tidak biasa, sehingga lebih sulit dikendalikan. Oleh karena itu, tim pengembang Trionda harus menjawab serangkaian pertanyaan sejak awal.

“Apakah bola tidak seimbang? Apakah ada getaran? Apakah pemain menyadari perbedaannya? Pada akhirnya, tidak ada satupun dari hal-hal itu yang terjadi,” kata Adidas.

Ronaldo anh 1

Teknologi sensor di dalam bola Al Rihla pernah memastikan bahwa Cristiano Ronaldo tidak menyentuh bola saat mencetak gol melawan Uruguay di Piala Dunia 2022.

Menurut produsen peralatan olahraga asal Jerman tersebut, chip tersebut tertahan di dalam bola menggunakan sistem khusus yang dirancang untuk menjaga pusat gravitasinya.

“Beberapa insinyur yang terlibat dalam proyek ini bekerja pada tingkat ilmu pengetahuan dan teknik yang setara dengan NASA. Mereka menggunakan sistem penyeimbang untuk memastikan teknologi tersebut tidak memengaruhi keseimbangan atau lintasan penerbangan.”

Tujuannya sangat jelas: pemain tidak boleh merasakan perbedaan apa pun selama pertandingan.

Tak satu pun pemain menyadari bahwa bola itu memiliki chip yang terpasang padanya.

Untuk memverifikasi hal ini, Adidas melakukan serangkaian tes dengan pemain dari klub-klub besar seperti Manchester United, Arsenal, dan Bayern Munich. Perusahaan ini juga mengundang banyak pemain di luar jaringan sponsornya untuk berpartisipasi guna memastikan objektivitas.

Salah satu pengujian paling menarik melibatkan penempatan beberapa bola di depan para pemain dan meminta mereka untuk mengidentifikasi bola mana yang berisi chip. Hasilnya mengejutkan bahkan tim pengembang.

“Tidak ada pemain yang secara konsisten dan akurat dapat mengidentifikasi bola mana yang memiliki chip dan mana yang tidak,” kata Adidas.

Banyak orang mengaku merasakan perbedaan ukuran atau berat. Namun, klaim-klaim ini belum terbukti melalui pengujian.

Ronaldo anh 2

Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026, dilengkapi dengan sensor yang mampu merekam data 500 kali per detik.

Adidas juga menggunakan robot untuk mereplikasi tembakan identik guna menilai stabilitas produk. Standar pengujian yang diterapkan bahkan lebih ketat daripada yang dipersyaratkan oleh FIFA.

Yang paling menonjol, ada sebuah eksperimen yang disebut “Uji Bola Bunuh,” di mana robot menembakkan bola dengan kecepatan hingga 160 km/jam untuk menguji batas daya tahan sistem tersebut.

“Kami mencoba menghancurkan chip tersebut menggunakan metode yang paling ekstrem, tetapi kami tidak berhasil,” ungkap Adidas.

Saat ini, sensor di dalam Trionda mampu merekam data 500 kali per detik. Setiap sentuhan, umpan, tembakan, atau sundulan direkam secara real-time dan ditransmisikan langsung ke sistem perwasitan.

Menurut Adidas, teknologi ini membantu menentukan secara akurat kapan bola dioper atau kapan terjadi kontak dengan bola. Teknologi ini juga menjadi dasar bagi banyak keputusan penting terkait offside semi-otomatis dan situasi kontroversial.

Dari gol Ronaldo yang dianulir di Qatar hingga inovasi di Piala Dunia 2026, bola saat ini bukan lagi sekadar alat permainan. Bola telah menjadi bagian dari upaya untuk membawa sepak bola lebih dekat pada akurasi dan keadilan.

Sumber: https://znews.vn/qua-bong-tung-khien-ronaldo-mat-ban-thang-o-world-cup-post1661062.html