Dalam daftar tempat terbaik untuk dikunjungi di Asia musim panas ini, majalah perjalanan terkenal dunia Lonely Planet (Australia) memuji Da Nang sebagai surga bagi para penggemar aktivitas luar ruangan, baik untuk menikmati pantai-pantai indah My Khe dan Non Nuoc, maupun menjelajahi arsitektur unik seperti Jembatan Naga. Fasilitas modern dengan harga terjangkau menjadikan Da Nang salah satu kota paling nyaman untuk ditinggali di Asia Tenggara. Da Nang juga berjarak kurang dari satu jam berkendara dari Kota Tua Hoi An, situs Warisan Dunia UNESCO.
Dalam lima bulan pertama tahun ini, Da Nang mencapai puncaknya, menarik lebih dari 4,18 juta pengunjung internasional, meningkat 23,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Situs web Excursionmania menyoroti pesona dan daya tarik Da Nang. Kota ini merupakan perpaduan harmonis antara hamparan pantai berpasir putih yang panjang, udara segar, lingkungan yang bersih dan hijau, budaya lokal yang unik, pegunungan yang megah, dan gaya hidup modern yang nyaman. Pantai Non Nuoc adalah destinasi populer yang dikenal karena pemandangannya yang tenang dan kondisi selancar yang sangat baik. Oleh karena itu, baik Anda mencari liburan pantai, wisata dan pengalaman budaya lokal, atau petualangan, Da Nang “adalah destinasi yang memiliki sedikit dari segalanya, yang membuat kota ini menonjol.”
Jembatan Naga, simbol ikonik Da Nang, diterangi pada malam hari dengan rangkaian lampu berputar yang memukau, mencerminkan identitas Da Nang: modern, kreatif, dan penuh energi. Keamanan dan keramahan kota ini juga menciptakan perasaan nyaman untuk perjalanan, mulai dari rombongan keluarga dan pasangan hingga pelancong solo.
Tidak mengherankan jika Kota Tua Hoi An menyambut jutaan wisatawan internasional setiap tahunnya. Seorang pengunjung Hoi An menulis di Harindabama.com: “Kami berjalan-jalan di sepanjang sungai. Semua orang berusaha mengabadikan gambar saat kota mulai bersinar dengan lampion. Keindahan dan ketenangan kota tua dapat membantu Anda mengisi ulang energi dan menenangkan jiwa.” Platform perjalanan online Agoda menobatkan Kota Tua Hoi An sebagai destinasi utama di Asia yang cocok untuk tren “slow travel” pada tahun 2026.
Dengan kota kuno abad ke-16 yang terpelihara dengan baik, Hoi An juga dinobatkan sebagai pusat sejarah terindah di Asia oleh situs perjalanan online Prancis, Tourlane. Lebih jauh lagi, Kota Kreatif UNESCO ini meninggalkan kesan mendalam pada pengunjung melalui kulinernya, mulai dari makanan khas lokal hingga hidangan yang memadukan pengaruh kuliner Vietnam, Tiongkok, dan Jepang.
Sementara itu, desa sayur Tra Que, yang dinobatkan sebagai “Desa Wisata Terbaik 2024” oleh Organisasi Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Tourism), terus menjadi destinasi populer bagi wisatawan yang ingin menyelami kehidupan petani lokal.
Anne, seorang penulis dan fotografer perjalanan asal Norwegia, melalui Heritage Wanderlust, organisasinya, berbagi bahwa jika Anda tertarik mempelajari sejarah kuno Vietnam, Candi My Son adalah destinasi yang wajib dikunjungi.
Da Nang, kota terkemuka untuk festival dan acara internasional di Asia, menarik banyak pengunjung domestik dan internasional dengan Festival Kembang Api Internasional Da Nang (DIFF) tahunannya. DIFF dipilih oleh majalah Travel + Leisure Asia sebagai salah satu dari sembilan festival musim panas yang wajib dikunjungi di dunia. Menurut penyelenggara, festival kembang api ini biasanya menarik sekitar 1,5 juta pengunjung sepanjang musim panas, menghasilkan pendapatan jutaan dolar bagi industri pariwisata kota.
Wally Alvarado, seorang turis Amerika yang mengunjungi Vietnam, membagikan ucapan di media sosial: “Saya merasa sangat bangga telah memiliki perjalanan yang luar biasa di Vietnam, dimulai dari Saigon, Hue, Hoi An, Da Nang, Teluk Ha Long, dan Sa Pa. Terima kasih, Vietnam, atas keramahan Anda yang luar biasa, makanan yang lezat, dan pemandangan yang menakjubkan dari Utara hingga Selatan.”
Sumber: https://baodanang.vn/diem-den-da-nang-qua-lang-kinh-truyen-thong-quoc-te-3341271.html