Jakarta –
Kabar duka datang dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Gajah jinak jantan bernama Indra yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dalam upaya konservasi Gajah Sumatera, dilaporkan mati.
Dilansir detikSumbagsel, Kamis (25/6/2026), kematian gajah yang dikenal tangguh tersebut disebut menjadi kehilangan besar bagi dunia konservasi satwa liar di Indonesia. Pasalnya, Indra yang berusia 42 tahun dan telah mengabdi selama lebih dari tiga dekade dalam berbagai kegiatan konservasi di Provinsi Lampung.
Kepala Balai TNWK MHD Zaidi membenarkan kematian tersebut. Dia mengatakan Indra bukan sekadar satwa binaan, melainkan bagian dari sejarah panjang konservasi Gajah Sumatera di Way Kambas
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Indra telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai kegiatan lapangan dan penanganan konflik satwa liar. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi kami,” katanya.
| Baca juga: Kronologi Truk Tabrak Halte Tebet Eco Park hingga Porak-poranda |
Zaidi menjelaskan Indra mati setelah sebelumnya secara tiba-tiba ambruk di area rawa Taman Nasional Way Kambas saat mandi. Kemudian, mahout pendamping bersama tim penyelamat segera melakukan upaya evakuasi dengan bantuan sejumlah gajah jinak lainnya.
“Jadi pada Minggu (21/6) sore, Indra menjalani aktivitas mandi rutin di area rawa. Namun saat hendak kembali ke kandang, gajah tersebut tiba-tiba ambruk dan tidak mampu berdiri,” ujarnya.
| Baca juga: Sekali Lagi Prabowo Sentil Mereka yang Tolak MBG |
Baca berita selengkapnya di sini.
(whn/idh)