اخبار

Pilu Bocah 3 Tahun Ditemukan Tewas di Mobil

الكاتبabdulrahman-mustafaتاريخ النشر
Pilu Bocah 3 Tahun Ditemukan Tewas di Mobil

Jakarta

Memilukan! Seorang bocah berusia tiga tahun ditemukan tewas di dalam mobil di wilayah Paris, ibu kota Prancis. Ini merupakan kasus kematian anak ketiga kalinya di tengah cuaca panas ekstrem minggu ini.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/6/2026), sumber kepolisian Paris mengatakan pada hari Kamis, anak laki-laki itu ditemukan oleh orang tuanya di dalam “mobil di luar rumah mereka.” Badan pertahanan sipil mengkonfirmasi kematiannya di kota Saint-Gratien di pinggiran Paris.

Prancis pada hari Rabu (24/6) waktu setempat mengalami hari terpanas sejak pengukuran suhu dimulai pada tahun 1947.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Spanyol Terpanggang Panas Ekstrem, 212 Orang Tewas

Walikota Paris Emmanuel Gregoire sebelumnya melaporkan bahwa kematian meningkat di ibu kota Prancis tersebut, tetapi tidak memberikan angka spesifik.

Suhu di Paris mencapai 40,3C pada hari Rabu, suhu terpanas dalam 150 tahun.

Sebelumnya, dua anak ditemukan tewas di dalam mobil di wilayah Prancis selatan pada hari Senin lalu.

Kedua korban, berusia dua dan empat tahun, ditemukan tewas di dalam mobil keluarga mereka di tempat parkir perumahan di kota Carpentras.

Beberapa hari terakhir, puluhan orang tewas tenggelam di Prancis saat mereka berusaha menghindari sengatan suhu udara yang panas.

Berbicara usai rapat kabinet krisis pada Selasa pagi, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengatakan sekitar 40 kematian telah tercatat sejak Kamis lalu.

Sementara itu, Menteri Olahraga Marina Ferrari mengatakan banyak kasus tenggelam terjadi khususnya selama akhir pekan. “Ada sekitar 20 kematian sejak akhir pekan lalu,” ujar Ferrari kepada radio France Inter pada hari Selasa, dilansir DW. “Berenang di area yang tidak diizinkan saat gelombang panas melanda bukanlah hal yang bisa dianggap sepele,” ujarnya.

Selain Prancis, negara-negara Eropa lainnya seperti Spanyol, Inggris, Jerman dan Italia, juga tengah menghadapi gelombang panas. Cuaca ekstrem ini, menurut para pakar, dipicu oleh pola atmosfer dan sirkulasi yang membuat udara panas terperangkap di tempatnya selama berhari-hari, dan faktor-faktor ini diperburuk oleh pemanasan global.

Berbagai negara Eropa telah mengeluarkan peringatan cuaca dan langkah darurat untuk menghadapi dampak suhu tinggi, mulai dari penutupan sekolah hingga peningkatan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan gangguan kesehatan.

Baca juga: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Negara-negara Siaga

Loading...

Halaman 2 dari 2

(ita/ita)