JAKARTA, KOMPAS – Sejumlah partai politik merespons safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dimulai dari Lampung, hari ini (26/6/2026). Mereka tidak khawatir, manuver Jokowi bersama partai politik yang dipimpin anak bungsunya, Kaesang Pangarep, yakni Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, bakal membuat kader dan simpatisan partai masing-masing bergeser ke PSI.
Setibanya di Bandara Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan, Jokowi langsung ke Kabupaten Mesuji untuk menghadiri rapat koordinasi daerah (rakorda) dan bertemu ribuan kader PSI. Selain di Mesuji, Jokowi dijadwalkan ke Tulang Bawang, Pesawaran, dan Lampung Timur.
Ia juga akan berkunjung ke Kota Bandar Lampung untuk bertemu tokoh adat Lampung dan menerima gelar adat. Selain itu, Jokowi dijadwalkan mengunjungi Museum Transmigrasi di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (27/6/2026).
Setelah selesai di Lampung, sejumlah elite PSI pernah menyampaikan, Jokowi juga berencana ke sejumlah provinsi lainnya, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat.
Kegiatan Jokowi ini mendapatkan tanggapan dari sejumlah partai politik (parpol). Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Prasetyo Hadi melihat safari Jokowi sebagai hal yang wajar. Gerindra tak mempermasalahkannya, bahkan Prasetyo menyampaikan selamat pada Jokowi karena safari itu menunjukkan bahwa dia tidak lagi sakit.
“Kami dari Gerindra menyampaikan selamat ya, karena artinya beliau sudah sehat kembali, sudah fit. Sebelumnya kan sempat kurang fit ya. Sebagai tokoh dan negarawan kan saya kira enggak ada masalah juga,” kata Prasetyo di Kompleks DPR, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Meski demikian, Prasetyo tak ingin berkomentar lebih terkait agenda politik Jokowi itu. Ini termasuk peluang mengusung kembali putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming, untuk dipasangkan dengan Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Gerindra di Pemilihan Presiden 2029. Sebelumnya, Jokowi dan PSI sudah intens menyuarakan hal ini.
“Belum lah, belum (dukungan dua periode). Kalau kami mewakili pemerintah, mewakili Pak Presiden, yang penting fokus bekerja dulu. Masih banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan,” kata Prasetyo yang juga menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Kalau kami mewakili pemerintah, mewakili Pak Presiden, yang penting fokus bekerja dulu. Masih banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan.
Selain Gerindra, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji juga melihat safari politik Jokowi bersama PSI sebagai sesuatu yang wajar. Dia juga tidak mengkhawatirkan potensi dukungan perpindahan kader dan simpatisan Golkar ke PSI karena sosok Jokowi cukup dekat dengan Golkar.
“Resiko perpindahan pemilih bukan saja ke PSI tapi juga ke partai lain. Demikian juga ada potensi perpindahan dari partai lain ke Golkar. Itu biasa saja dalam kontestasi politik. Kami optimis menghadapi pemilu 2029,” kata Sarmuji.

Sementara itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Guntur Romli memandang safari Jokowi sebagai bentuk kampanye politik menuju Pemilu 2029. Bahkan, dia menilai agenda itu menunjukkan bahwa Gibran tidak bersama Prabowo dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2029.
“Itu kampanye politik untuk 2029, buat pemenangan anak-anaknya dia. Gibran yang kemungkinan besar tidak bersama Prabowo lagi, dan meloloskan PSI yang diketuai oleh Kaesang. Semua demi masa depan anak-anaknya, Jokowi harus kerja keras,” kata Guntur.
Senada dengan Golkar, PDI-P pun tak khawatir manuver Jokowi dan PSI akan berdampak ke PDI-P. Dia malah meminta partai lain untuk waspada, karena tak sedikit kader dari partai lainnya yang telah memutuskan bergabung dengan PSI.
Keniscayaan
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ikhsan menilai, safari politik Jokowi menandakan jika berpartai akhirnya menjadi sebuah keniscayaan baginya. Langkah itu sekaligus membantah mimpi awalnya untuk menikmati masa pensiunnya dengan santai setelah purnatugas dari kursi Presiden. Menurutnya, jalan itu ditempuh Jokowi sehubungan situasi politik yang memaksanya.

“Masih tingginya atensi dan sorotan terhadap kepemimpinannya baik negatif maupun positif. Gugatan ijazah palsu dan kritik terhadap langkah-langkah yang telah dilakukannya pada saat memimpin. Pun adanya dukungan baik dari para pendukungnya maupun dari pemerintahan Prabowo yang notabene bagian dari kepemimpinannya pada masa lalu,” kata Bakir.
Faktor lainnya, sebut Bakir, sehubungan dengan politik keluarga mengingat dua anak laki-lakinya sama-sama tengah menyandang jabatan politik. Gibran Rakabuming tengah mengemban tugas sebagai Wakil Presiden (Wapres), sedangkan Kaesang Pangarep menjabat Ketua Umum PSI. Sebagai orangtua, Jokowi tidak akan membiarkan kedua anaknya gagal menjalankan misi politik masing-masing.
Persoalannya, lanjut Bakir, Jokowi tetap membutuhkan partai politik agar tetap berada dalam pusaran perpolitikan nasional. Tanpa itu, Jokowi akan sulit mempertahankan Gibran sebagai Wapres untuk Pemilihan Presiden 2029. Pasalnya, Jokowi sudah melontarkan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran sejak awal.
“Dukungan ini tidak akan kuat tanpa dukungan partai, karenanya PSI sebagai kendaraan Jokowi dan keluarganya harus punya bargaining dengan perolehan suara yang signifikan pada pemilu 2029,” kata Bakir.
JAKARTA, KOMPAS – Sejumlah partai politik merespons safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dimulai dari Lampung, hari ini (26/6/2026). Mereka tidak khawatir, manuver Jokowi bersama partai politik yang dipimpin anak bungsunya, Kaesang Pangarep, yakni Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, bakal membuat kader dan simpatisan partai masing-masing bergeser ke PSI.
Setibanya di Bandara Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan, Jokowi langsung ke Kabupaten Mesuji untuk menghadiri rapat koordinasi daerah (rakorda) dan bertemu ribuan kader PSI. Selain di Mesuji, Jokowi dijadwalkan ke Tulang Bawang, Pesawaran, dan Lampung Timur.

Ia juga akan berkunjung ke Kota Bandar Lampung untuk bertemu tokoh adat Lampung dan menerima gelar adat. Selain itu, Jokowi dijadwalkan mengunjungi Museum Transmigrasi di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (27/6/2026).
Setelah selesai di Lampung, sejumlah elite PSI pernah menyampaikan, Jokowi juga berencana ke sejumlah provinsi lainnya, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat.
Kegiatan Jokowi ini mendapatkan tanggapan dari sejumlah partai politik (parpol). Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Prasetyo Hadi melihat safari Jokowi sebagai hal yang wajar. Gerindra tak mempermasalahkannya, bahkan Prasetyo menyampaikan selamat pada Jokowi karena safari itu menunjukkan bahwa dia tidak lagi sakit.
“Kami dari Gerindra menyampaikan selamat ya, karena artinya beliau sudah sehat kembali, sudah fit. Sebelumnya kan sempat kurang fit ya. Sebagai tokoh dan negarawan kan saya kira enggak ada masalah juga,” kata Prasetyo di Kompleks DPR, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Baca JugaSafari Politik Jokowi Bersama PSI di Lampung, Bidik Kantong Transmigran

Meski demikian, Prasetyo tak ingin berkomentar lebih terkait agenda politik Jokowi itu. Ini termasuk peluang mengusung kembali putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming, untuk dipasangkan dengan Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Gerindra di Pemilihan Presiden 2029. Sebelumnya, Jokowi dan PSI sudah intens menyuarakan hal ini.
“Belum lah, belum (dukungan dua periode). Kalau kami mewakili pemerintah, mewakili Pak Presiden, yang penting fokus bekerja dulu. Masih banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan,” kata Prasetyo yang juga menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Kalau kami mewakili pemerintah, mewakili Pak Presiden, yang penting fokus bekerja dulu. Masih banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan.
Selain Gerindra, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji juga melihat safari politik Jokowi bersama PSI sebagai sesuatu yang wajar. Dia juga tidak mengkhawatirkan potensi dukungan perpindahan kader dan simpatisan Golkar ke PSI karena sosok Jokowi cukup dekat dengan Golkar.
“Resiko perpindahan pemilih bukan saja ke PSI tapi juga ke partai lain. Demikian juga ada potensi perpindahan dari partai lain ke Golkar. Itu biasa saja dalam kontestasi politik. Kami optimis menghadapi pemilu 2029,” kata Sarmuji.
Baca JugaAkankah Jokowi Gabung dengan Golkar?

Sementara itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Guntur Romli memandang safari Jokowi sebagai bentuk kampanye politik menuju Pemilu 2029. Bahkan, dia menilai agenda itu menunjukkan bahwa Gibran tidak bersama Prabowo dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2029.
“Itu kampanye politik untuk 2029, buat pemenangan anak-anaknya dia. Gibran yang kemungkinan besar tidak bersama Prabowo lagi, dan meloloskan PSI yang diketuai oleh Kaesang. Semua demi masa depan anak-anaknya, Jokowi harus kerja keras,” kata Guntur.
Senada dengan Golkar, PDI-P pun tak khawatir manuver Jokowi dan PSI akan berdampak ke PDI-P. Dia malah meminta partai lain untuk waspada, karena tak sedikit kader dari partai lainnya yang telah memutuskan bergabung dengan PSI.
Baca JugaManuver Safari Jokowi dan PSI ke Daerah, PDI-P Paling Terancam?
Keniscayaan
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ikhsan menilai, safari politik Jokowi menandakan jika berpartai akhirnya menjadi sebuah keniscayaan baginya. Langkah itu sekaligus membantah mimpi awalnya untuk menikmati masa pensiunnya dengan santai setelah purnatugas dari kursi Presiden. Menurutnya, jalan itu ditempuh Jokowi sehubungan situasi politik yang memaksanya.

“Masih tingginya atensi dan sorotan terhadap kepemimpinannya baik negatif maupun positif. Gugatan ijazah palsu dan kritik terhadap langkah-langkah yang telah dilakukannya pada saat memimpin. Pun adanya dukungan baik dari para pendukungnya maupun dari pemerintahan Prabowo yang notabene bagian dari kepemimpinannya pada masa lalu,” kata Bakir.
Faktor lainnya, sebut Bakir, sehubungan dengan politik keluarga mengingat dua anak laki-lakinya sama-sama tengah menyandang jabatan politik. Gibran Rakabuming tengah mengemban tugas sebagai Wakil Presiden (Wapres), sedangkan Kaesang Pangarep menjabat Ketua Umum PSI. Sebagai orangtua, Jokowi tidak akan membiarkan kedua anaknya gagal menjalankan misi politik masing-masing.
Baca JugaJokowi Safari ke Daerah Mulai Juni, Ada Misi Politik 2029?
Persoalannya, lanjut Bakir, Jokowi tetap membutuhkan partai politik agar tetap berada dalam pusaran perpolitikan nasional. Tanpa itu, Jokowi akan sulit mempertahankan Gibran sebagai Wapres untuk Pemilihan Presiden 2029. Pasalnya, Jokowi sudah melontarkan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran sejak awal.
“Dukungan ini tidak akan kuat tanpa dukungan partai, karenanya PSI sebagai kendaraan Jokowi dan keluarganya harus punya bargaining dengan perolehan suara yang signifikan pada pemilu 2029,” kata Bakir.