اخبار

Jokowi Safari bersama PSI, Puan Ingatkan Soal Jaga Situasi Tetap Kondusif

الكاتبabdulrahman-mustafaتاريخ النشر
Jokowi Safari bersama PSI, Puan Ingatkan Soal Jaga Situasi Tetap Kondusif

JAKARTA, KOMPAS — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengingatkan ihwal sebaiknya menjaga situasi politik tetap kondusif di tengah ketidakpastian global. Pernyataan itu disampaikan menanggapi safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain, partai-partai politik diingatkan meningkatkan kewaspadaan. Persaingan yang dibawa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai tidak hanya akan beririsan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), tetapi juga seluruh partai peserta pemilu. Partai yang tidak memiliki basis dukungan kuat diperkirakan akan menghadapi tantangan lebih besar.

Jokowi memulai safari politiknya di Lampung pada Jumat (26/6/2026). Ia menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kabupaten Mesuji dan bertemu ribuan kader partai tersebut. Selain Mesuji, Jokowi juga mengunjungi Tulang Bawang, Pesawaran, dan Lampung Timur. Dalam seluruh rangkaian kegiatan itu, Jokowi mengenakan pakaian dan topi berlogo PSI.

Dalam situasi global yang sekarang sedang tidak menentu, alangkah baiknya jika kita sama-sama bisa menjaga situasi untuk bisa tetap kondusif.

Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, saat ditemui seusai Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/6/2026), mengatakan, safari politik merupakan hak setiap warga negara sehingga tidak ada yang dapat melarangnya.

“Safari politik, hak semua warga negara untuk bisa melakukan kunjungan ke mana saja,” ujar Puan.

Namun, putri Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri itu mengingatkan agar setiap tokoh politik turut menjaga situasi tetap kondusif di tengah dinamika global.

“Namun dalam situasi global yang sekarang sedang tidak menentu, alangkah baiknya jika kita sama-sama bisa menjaga situasi untuk bisa tetap kondusif. Artinya jangan kemudian, ya, tetap adem saja,” kata Puan.

Presiden ke-7 Republik Indonesia memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Daerah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang digelar di Kabupaten Mesuji, Lampung. pada Jumat (26/6/2026).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji berpandangan senada. Menurut dia, Jokowi memiliki hak politik untuk menentukan pilihan dan langkah politiknya. “Jadi tergantung beliau (Jokowi) dan PSI. Kami menghormati saja,” tuturnya.

Tak khawatir

Sarmuji menegaskan, Golkar tidak khawatir safari politik Jokowi akan menggerus suara partainya. Menurut dia, perpindahan pemilih merupakan hal yang lazim dalam politik dan dapat terjadi ke berbagai partai, termasuk ke Golkar.

“Perpindahan pemilih bukan hanya ke PSI, bisa ke partai lain. Demikian juga ada potensi perpindahan pemilih dari partai lain ke Golkar. Dan kami sudah banyak menerima kader-kader partai lain yang masuk ke Golkar, hanya saja tidak kami publikasi karena tidak ada pentingnya buat kami untuk mempublikasikan hal-hal seperti itu. Di daerah-daerah kami banyak orang partai lain masuk ke dalam Partai Golkar,” kata Sarmuji.

Wakil Sekretaris Jendral Partai Golongan Karya Muhammad Sarmuji.

Ia juga menepis anggapan bahwa manuver politik Jokowi dapat memunculkan kebingungan publik terhadap kepemimpinan nasional atau menimbulkan kesan adanya dualisme kepemimpinan antara Presiden Prabowo Subianto dan Jokowi. Menurut dia, Jokowi sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden sehingga tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan hal tersebut.

“Enggak perlu ada kekhawatiran. Dan kita semua tegak lurus kepada Presiden Pak Prabowo. Apa arahan Pak Prabowo, apa yang perlu didukung dari presiden, Golkar pasti akan mendukung. Jadi, presidennya Pak Prabowo, jadi tenang aja. Kita akan back up Pak Prabowo,” ujarnya.

Persaingan dengan seluruh partai

Dihubungi secara terpisah, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, safari politik Jokowi menunjukkan upaya memperkuat posisi PSI menjelang Pemilu 2029. “Yang jelas, safari politik Jokowi sebagai upaya untuk meloloskan PSI ke parlemen. Itu jelas,” kata Adi.

Menurut Adi, persaingan yang dibawa PSI tidak hanya akan berhadapan dengan PDI-P, tetapi juga seluruh partai politik peserta pemilu. “Satu hal yang pasti, gesekan ini bukan hanya terjadi dengan PDI-P, tetapi dengan partai lain juga bisa terjadi. Pemilu kita itu pasar bebas, saling bersaing secara terbuka,” ujar Adi.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno.

Adi berpandangan, partai yang perlu meningkatkan kewaspadaan justru bukan partai yang memiliki basis massa solid dan kader militan. Sebab, partai dengan akar organisasi yang kuat relatif lebih sulit digoyang.

“Justru yang perlu diwaspadai itu partai yang kader dan basisnya tak militan, bisa masuk angin. Kalau PDI-P partai solid militan, sulit digoyang,” kata Adi.

Karena itu, Adi menyarankan seluruh partai memperkuat basis dukungan masing-masing agar tidak kehilangan pemilih di tengah meningkatnya aktivitas politik Jokowi bersama PSI.

“Supaya tak terkesan safari Jokowi akan menggerus suara partai lain, sebaiknya partai-partai memperkuat basisnya masing-masing. Bisa juga ceruk pemilih PSI dipengaruhi agar mau pindah ke partai lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap langkah politik yang melibatkan Jokowi hampir dipastikan akan terus menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tafsir politik. “Apa pun yang terkait Jokowi, pasti panjang,” ucap Adi.

JAKARTA, KOMPAS — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengingatkan ihwal sebaiknya menjaga situasi politik tetap kondusif di tengah ketidakpastian global. Pernyataan itu disampaikan menanggapi safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain, partai-partai politik diingatkan meningkatkan kewaspadaan. Persaingan yang dibawa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai tidak hanya akan beririsan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), tetapi juga seluruh partai peserta pemilu. Partai yang tidak memiliki basis dukungan kuat diperkirakan akan menghadapi tantangan lebih besar.

Jokowi memulai safari politiknya di Lampung pada Jumat (26/6/2026). Ia menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kabupaten Mesuji dan bertemu ribuan kader partai tersebut. Selain Mesuji, Jokowi juga mengunjungi Tulang Bawang, Pesawaran, dan Lampung Timur. Dalam seluruh rangkaian kegiatan itu, Jokowi mengenakan pakaian dan topi berlogo PSI.

Dalam situasi global yang sekarang sedang tidak menentu, alangkah baiknya jika kita sama-sama bisa menjaga situasi untuk bisa tetap kondusif.

Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani (kiri) saat sambutan makan malam Forum Air Sedunia ke-10 di Bali, Minggu (19/5/2024).

Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, saat ditemui seusai Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/6/2026), mengatakan, safari politik merupakan hak setiap warga negara sehingga tidak ada yang dapat melarangnya.

“Safari politik, hak semua warga negara untuk bisa melakukan kunjungan ke mana saja,” ujar Puan.

Baca JugaBagaimana Parpol-parpol Merespons Safari Politik Jokowi bersama PSI?

Namun, putri Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri itu mengingatkan agar setiap tokoh politik turut menjaga situasi tetap kondusif di tengah dinamika global.

“Namun dalam situasi global yang sekarang sedang tidak menentu, alangkah baiknya jika kita sama-sama bisa menjaga situasi untuk bisa tetap kondusif. Artinya jangan kemudian, ya, tetap adem saja,” kata Puan.

Presiden ke-7 Republik Indonesia memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Daerah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang digelar di Kabupaten Mesuji, Lampung. pada Jumat (26/6/2026).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji berpandangan senada. Menurut dia, Jokowi memiliki hak politik untuk menentukan pilihan dan langkah politiknya. “Jadi tergantung beliau (Jokowi) dan PSI. Kami menghormati saja,” tuturnya.

Tak khawatir

Sarmuji menegaskan, Golkar tidak khawatir safari politik Jokowi akan menggerus suara partainya. Menurut dia, perpindahan pemilih merupakan hal yang lazim dalam politik dan dapat terjadi ke berbagai partai, termasuk ke Golkar.

“Perpindahan pemilih bukan hanya ke PSI, bisa ke partai lain. Demikian juga ada potensi perpindahan pemilih dari partai lain ke Golkar. Dan kami sudah banyak menerima kader-kader partai lain yang masuk ke Golkar, hanya saja tidak kami publikasi karena tidak ada pentingnya buat kami untuk mempublikasikan hal-hal seperti itu. Di daerah-daerah kami banyak orang partai lain masuk ke dalam Partai Golkar,” kata Sarmuji.

Wakil Sekretaris Jendral Partai Golongan Karya Muhammad Sarmuji.

Ia juga menepis anggapan bahwa manuver politik Jokowi dapat memunculkan kebingungan publik terhadap kepemimpinan nasional atau menimbulkan kesan adanya dualisme kepemimpinan antara Presiden Prabowo Subianto dan Jokowi. Menurut dia, Jokowi sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden sehingga tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan hal tersebut.

“Enggak perlu ada kekhawatiran. Dan kita semua tegak lurus kepada Presiden Pak Prabowo. Apa arahan Pak Prabowo, apa yang perlu didukung dari presiden, Golkar pasti akan mendukung. Jadi, presidennya Pak Prabowo, jadi tenang aja. Kita akan back up Pak Prabowo,” ujarnya.

Persaingan dengan seluruh partai

Dihubungi secara terpisah, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, safari politik Jokowi menunjukkan upaya memperkuat posisi PSI menjelang Pemilu 2029. “Yang jelas, safari politik Jokowi sebagai upaya untuk meloloskan PSI ke parlemen. Itu jelas,” kata Adi.

Menurut Adi, persaingan yang dibawa PSI tidak hanya akan berhadapan dengan PDI-P, tetapi juga seluruh partai politik peserta pemilu. “Satu hal yang pasti, gesekan ini bukan hanya terjadi dengan PDI-P, tetapi dengan partai lain juga bisa terjadi. Pemilu kita itu pasar bebas, saling bersaing secara terbuka,” ujar Adi.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno.

Adi berpandangan, partai yang perlu meningkatkan kewaspadaan justru bukan partai yang memiliki basis massa solid dan kader militan. Sebab, partai dengan akar organisasi yang kuat relatif lebih sulit digoyang.

“Justru yang perlu diwaspadai itu partai yang kader dan basisnya tak militan, bisa masuk angin. Kalau PDI-P partai solid militan, sulit digoyang,” kata Adi.

Baca JugaSafari Politik Jokowi di Lampung, Mampukah Mendongkrak Dukungan untuk PSI pada Pemilu 2029?

Karena itu, Adi menyarankan seluruh partai memperkuat basis dukungan masing-masing agar tidak kehilangan pemilih di tengah meningkatnya aktivitas politik Jokowi bersama PSI.

“Supaya tak terkesan safari Jokowi akan menggerus suara partai lain, sebaiknya partai-partai memperkuat basisnya masing-masing. Bisa juga ceruk pemilih PSI dipengaruhi agar mau pindah ke partai lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap langkah politik yang melibatkan Jokowi hampir dipastikan akan terus menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tafsir politik. “Apa pun yang terkait Jokowi, pasti panjang,” ucap Adi.