TOKYO, JUMAT – Setelah diguncang gempa bumi, Jepang bersiap menghadapi terjangan dua badai sekaligus pada akhir pekan ini. Jepang mengeluarkan peringatan potensi hujan sangat lebat dan tanah longsor, serta memerintahkan evakuasi warga.
Ancaman badai sudah membuat operator membatalkan ratusan jadwal penerbangan. Operator juga menghentikan puluhan layanan kereta api dan menutup banyak ruas jalan tol.
Badan Meteorologi Jepang (JMA), Jumat (26/6/2026), menyatakan, dua badai tropis tengah bergerak mendekati wilayah utara Jepang, yakni Mekkhala dan Higos. Pada Jumat, Mekkhala bergerak dari arah Taiwan menuju Jepang melewati Kepulauan Ryukyu bagian selatan. Statusnya diturunkan statusnya dari topan menjadi badai tropis.
Para prakirawan JMA menyatakan, saat Mekkhala bergerak menuju wilayah Jepang, hujan lebat mengguyur sebagian wilayah selatan dan barat negara itu. Mekkhala diperkirakan akan semakin cepat dan mendekati Jepang bagian barat dan timur pada Sabtu.
“Pada waktu yang hampir bersamaan, badai tropis Higos diperkirakan akan mendekati Jepang bagian timur, dan mungkin mendarat,” jelas JMA.
Para prakirawan JMA menambahkan, hujan musiman yang berkepanjangan, dikombinasikan dengan udara hangat dan lembap dari badai tropis Mekkhala dan Higos, membawa hujan deras ke sebagian besar wilayah barat Jepang. Kondisi ini dikhawatirkan memicu tanah longsor, banjir, dan sungai yang meluap.
Sekitar 1 juta orang diperintahkan untuk evakuasi. Badai tropis Mekkhala dan Higos diperkirakan bertemu. Interaksi itu dapat mengakibatkan fenomena atmosfer yang dikenal sebagai efek Fujiwhara. Efek ini mempersulit perkiraan pergerakan dan kekuatan badai.
Adapun dampak gabungan dari badai dan front hujan stasioner, menurut JMA, dapat secara signifikan meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Jepang. Perkiraaan itu membuat maskapai Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) membatalkan 120 penerbangan ke dan dari Okinawa dan Kagoshima pada Jumat.
Pemerintah Kota Kyoto menyarankan ribuan penduduk untuk mengungsi dan memperingatkan potensi tanah longsor. Para pejabat di Kyoto dan Osaka mengatakan, permukaan air di sungai-sungai meningkat. Mereka menyerukan agar warga meningkatkan kewaspadaan karena ancaman banjir.
Kyodo News melaporkan, produsen mobil Toyota menangguhkan operasi di pabriknya di Kyushu sejak Kamis (25/6/2026) sore karena penutupan jalan akibat hujan lebat. Sementara Nissan berencana menghentikan beberapa jalur produksi.
Militer Jepang juga membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey ke Pulau Miyako. Penerbangan itu bagian dari latihan gabungan dengan Amerika Serikat.

Taiwan
Di Taiwan, badai tropis Mekkhala tidak mendarat langsung. Namun, pita luar Mekkhala membawa hujan sangat lebat ke beberapa bagian pulau, terutama di Kaohsiung, Tainan, dan Pingtung di wilayah selatan. Banjir parah di Tainan menutup sebagian jalur kereta api utama utara-selatan.
Akibatnya, pemerintah di tiga wilayah Taiwan memerintahkan penutupan kantor dan sekolah pada Jumat. Ketiga wilayah itu dihuni lebih dari 5 juta orang.
Kota Hsinchu di Taiwan utara juga menutup kantor dan sekolah pada Jumat. Perusahaan pembuat cip terbesar di dunia, TSMC, dalam pernyataan menyebutkan, pabrik-pabriknya beroperasi normal. TSMC sudah mengambil langkah-langkah di seluruh fasilitasnya di Taiwan untuk mempersiapkan diri menghadapi badai.
Dilansir dari TVBS Taiwan, Badan Meteorologi Taiwan (CWA) memperpanjang peringatan hujan lebat saat Mekkhala bergerak ke utara. Pada Jumat pukul 02.00 waktu setempat, CWA mendeteksi Mekkhala berada di sekitar 550 kilometer timur laut Taipei.

Mekkhala kemudian bergerak ke utara-timur laut menuju Kepulauan Ryukyu di Okinawa, Jepang. Mekkhala bergerak ke utara dengan menimbulkan hujan sangat lebat.
Itu sebabnya Taiwan bagian utara menghadapi hujan deras tiba-tiba yang dapat memicu banjir bandang. Melalui peringatan, CWA menetapkan Kaohsiung dan Pingtung sebagai zona “hujan sangat lebat”. Ini peringatan dengan tingkat tertinggi.
Peringatan melalui Sistem Peringatan Publik Taiwan juga ditujukan untuk Kota New Taipei, Hsinchu, dan Tainan. CWA mendesak warga di dekat perairan untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.
CWA memperingatkan penduduk di daerah dataran rendah untuk waspada terhadap banjir. Bagi mereka yang berada di daerah pegunungan, CWA meminta untuk mewaspadai tanah longsor dan banjir. Tidak ada korban jiwa saat Mekkhala melewati Taiwan. Namun, lebih dari 1.600 orang dievakuasi. (AFP/REUTERS)
TOKYO, JUMAT – Setelah diguncang gempa bumi, Jepang bersiap menghadapi terjangan dua badai sekaligus pada akhir pekan ini. Jepang mengeluarkan peringatan potensi hujan sangat lebat dan tanah longsor, serta memerintahkan evakuasi warga.
Ancaman badai sudah membuat operator membatalkan ratusan jadwal penerbangan. Operator juga menghentikan puluhan layanan kereta api dan menutup banyak ruas jalan tol.
Baca JugaMusim Liburan Jepang Kacau karena Topan Lan
Badan Meteorologi Jepang (JMA), Jumat (26/6/2026), menyatakan, dua badai tropis tengah bergerak mendekati wilayah utara Jepang, yakni Mekkhala dan Higos. Pada Jumat, Mekkhala bergerak dari arah Taiwan menuju Jepang melewati Kepulauan Ryukyu bagian selatan. Statusnya diturunkan statusnya dari topan menjadi badai tropis.
Para prakirawan JMA menyatakan, saat Mekkhala bergerak menuju wilayah Jepang, hujan lebat mengguyur sebagian wilayah selatan dan barat negara itu. Mekkhala diperkirakan akan semakin cepat dan mendekati Jepang bagian barat dan timur pada Sabtu.
“Pada waktu yang hampir bersamaan, badai tropis Higos diperkirakan akan mendekati Jepang bagian timur, dan mungkin mendarat,” jelas JMA.

Para prakirawan JMA menambahkan, hujan musiman yang berkepanjangan, dikombinasikan dengan udara hangat dan lembap dari badai tropis Mekkhala dan Higos, membawa hujan deras ke sebagian besar wilayah barat Jepang. Kondisi ini dikhawatirkan memicu tanah longsor, banjir, dan sungai yang meluap.
Sekitar 1 juta orang diperintahkan untuk evakuasi. Badai tropis Mekkhala dan Higos diperkirakan bertemu. Interaksi itu dapat mengakibatkan fenomena atmosfer yang dikenal sebagai efek Fujiwhara. Efek ini mempersulit perkiraan pergerakan dan kekuatan badai.
Adapun dampak gabungan dari badai dan front hujan stasioner, menurut JMA, dapat secara signifikan meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Jepang. Perkiraaan itu membuat maskapai Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) membatalkan 120 penerbangan ke dan dari Okinawa dan Kagoshima pada Jumat.
Baca JugaJangmi Buat Jepang Terendam
Pemerintah Kota Kyoto menyarankan ribuan penduduk untuk mengungsi dan memperingatkan potensi tanah longsor. Para pejabat di Kyoto dan Osaka mengatakan, permukaan air di sungai-sungai meningkat. Mereka menyerukan agar warga meningkatkan kewaspadaan karena ancaman banjir.
Kyodo News melaporkan, produsen mobil Toyota menangguhkan operasi di pabriknya di Kyushu sejak Kamis (25/6/2026) sore karena penutupan jalan akibat hujan lebat. Sementara Nissan berencana menghentikan beberapa jalur produksi.
Militer Jepang juga membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey ke Pulau Miyako. Penerbangan itu bagian dari latihan gabungan dengan Amerika Serikat.

Taiwan
Di Taiwan, badai tropis Mekkhala tidak mendarat langsung. Namun, pita luar Mekkhala membawa hujan sangat lebat ke beberapa bagian pulau, terutama di Kaohsiung, Tainan, dan Pingtung di wilayah selatan. Banjir parah di Tainan menutup sebagian jalur kereta api utama utara-selatan.
Akibatnya, pemerintah di tiga wilayah Taiwan memerintahkan penutupan kantor dan sekolah pada Jumat. Ketiga wilayah itu dihuni lebih dari 5 juta orang.
Baca JugaSetelah Obrak-abrik Filipina, Topan Fung-wong Intai Taiwan
Kota Hsinchu di Taiwan utara juga menutup kantor dan sekolah pada Jumat. Perusahaan pembuat cip terbesar di dunia, TSMC, dalam pernyataan menyebutkan, pabrik-pabriknya beroperasi normal. TSMC sudah mengambil langkah-langkah di seluruh fasilitasnya di Taiwan untuk mempersiapkan diri menghadapi badai.
Dilansir dari TVBS Taiwan, Badan Meteorologi Taiwan (CWA) memperpanjang peringatan hujan lebat saat Mekkhala bergerak ke utara. Pada Jumat pukul 02.00 waktu setempat, CWA mendeteksi Mekkhala berada di sekitar 550 kilometer timur laut Taipei.

Mekkhala kemudian bergerak ke utara-timur laut menuju Kepulauan Ryukyu di Okinawa, Jepang. Mekkhala bergerak ke utara dengan menimbulkan hujan sangat lebat.
Itu sebabnya Taiwan bagian utara menghadapi hujan deras tiba-tiba yang dapat memicu banjir bandang. Melalui peringatan, CWA menetapkan Kaohsiung dan Pingtung sebagai zona “hujan sangat lebat”. Ini peringatan dengan tingkat tertinggi.
Peringatan melalui Sistem Peringatan Publik Taiwan juga ditujukan untuk Kota New Taipei, Hsinchu, dan Tainan. CWA mendesak warga di dekat perairan untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.
CWA memperingatkan penduduk di daerah dataran rendah untuk waspada terhadap banjir. Bagi mereka yang berada di daerah pegunungan, CWA meminta untuk mewaspadai tanah longsor dan banjir. Tidak ada korban jiwa saat Mekkhala melewati Taiwan. Namun, lebih dari 1.600 orang dievakuasi. (AFP/REUTERS)