LOS ANGELES, JUMAT – Pelatih tim nasional Afrika Selatan Hugo Broos mengeluhkan jarak yang harus ditempuh oleh timnya menjelang laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Kanada. Oleh karena itu, pelatih berusia 74 tahun itu mengutamakan pemulihan fisik para pemainnya dalam jeda empat hari. Stamina sangat penting karena ”Bafana Bafana” harus meredam gempuran Kanada yang agresif. Menembus benteng pertahanan Afrika Selatan tidak akan mudah, oleh karena itu para pemain Kanada akan memaksimalkan keuntungan kondisi fisik untuk menang.
Setelah menang 1-0 atas Korea Selatan di Monterrey, Rabu waktu setempat, skuad Afrika Selatan sebenarnya ingin langsung terbang ke Los Angeles, di mana mereka akan mejalani laga babak 32 besar. Namun, FIFA tidak mengizinkan, karena mereka harus kembali ke kandang mereka di Pachuca, sekitar 95 kilometer dari Mexico City. Broos dan anak-anak asuhnya baru boleh terbang ke Los Angeles pada Jumat. Artinya, mereka hanya memiliki waktu dia hari untuk bersiap.
Laga babak 32 besar antara Afrika Selatan dan Kanada akan berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles pada Senin (29/6/2026) mulai pukul 2.00 WIB.
“Ini cukup disayangkan di mana kami harus menempuh perjalanan ke Pachuca pada Kamis dan kemudian ke LA setelah itu. Kami sudah ingin berangkat langsung ke LA pada Kamis, tetapi FIFA tidak mengizinkan itu,” ujar Broos dikutip media Afrika Selatan Sunday Times.
“Itu cukup menjengkelkan karena kami ingin berangkat besok (Kamis waktu setempat) ke lokasi kami akan bertanding, tetapi tidak bisa seperti itu. Kita harus melakukan pemulihan dengan sangat baik dalam beberapa hari ke depan, dan latihan tidak begitu penting,” tegas Broos.
Saya sangat bangga dengan performa tim saya, dan saya pikir kami telah memberikan jawaban kepada semua orang yang banyak bicara dalam beberapa pekan terakhir yang mengira kami harus mengubah sesuatu.
Pelatih berusia 74 tahun itu mempersiapkan skuadnya dalam kondisi sebugar mungkin untuk menjalankan taktik bertahan ketat dan menyerang balik, seperti saat mengalahkan Korea Selatan. Namun, lawan kali ini, Kanada memiliki daya gempur yang lebih kuat dengan stamina pemain di level sangat tinggi. Oleh karena itu, kondisi fisik akan menentukan konsentrasi pemain dalam bertahan, serta menciptakan peluang gol melalui serangan balik kilat.
“Pemulihan (kondisi fisik) merupakan hal terpenting, dan pada Minggu (Senin WIB), Anda akan menyaksikan sebuah tim yang yakin pada diri mereka sendiri dan sebuah tim yang akan bertarung sangat kuat selama 90 menit,” tegas Broos.
Afrika Selatan sedang dalam motivasi tinggi untuk melangkah lebih jauh, setelah membalikkan prediksi mereka akan tersingkir lebih awal. Mereka mengawali fase grup dengan kekalahan 0-2 dari Meksiko, kemudian bermain 1-1 melawan Ceko. Dalam laga kedua itu, Broos dikritijk oleh para pendukung Bafana Bafana karena terlalu bermain terbuka. Mereka kemudian kembali ke pola permainan bertahan solid dan menyerang balik untuk menundukan Korea Selatan.
“Saya sangat bangga dengan performa tim saya, dan saya pikir kami telah memberikan jawaban kepada semua orang yang banyak bicara dalam beberapa pekan terakhir yang mengira kami harus mengubah sesuatu,” ujar Broos.
Afrika Selatan sebenarnya bukan lawan yang diharapkan oleh Kanada, karena mereka memperkirakan akan bertemu Korea Selatan. Namun, Korea Selatan yang hanya perlu hasil imbang, ternyata kalah dari Afrika Selatan yang tampil efisien dengan atletisisme.

“Saya mengharapkan mereka menampilkan performa yang sangat kuat seperti yang saya tahu mereka mampu lakukan. Tetapi yang saya lihat dalam pertandingan adalah tim Afrika Selatan yang jauh lebih dominan dan memaksakan diri sesuai keinginan mereka, dan tentu saja dalam banyak momen individu, atau momen transisi, Anda dapat melihat atletisisme dan kualitas tim,” ujar pelatih Kanada Jesse Marsch pada Kamis.
“Hal penting bagi kami adalah memastikan bahwa kami membatasi kemampuan mereka untuk keluar ke ruang terbuka, dan kami sangat disiplin dalam taktik kami, serta kemudian berani untuk mengejar kemenangan, dengan cara kami sendiri,” tegas Marsch dikutip Canadian Soccer Daily.
Dalam laga ini, Marsch kemungkinan besar sudah bisa memainkan Alphonso Davies yang belum tampil dalam tiga laga grup karena masih pemulihan cedera. Jika Davies bisa tampil di akan memberi suntikan daya gedor melalui sisi lebar lapangan.
“Dia bisa memberikan dampak besar, baik secara fisik maupun dalam hal sepak bola, tetapi juga secara mental dan psikologis, dengan kembalinya kapten kami, pemain terbaik kami kembali ke tim,” kata Marsch.
Kanada sudah kehilangan gelandang Ismael Kone yang cedera kaki kiri dalam laga melawan Qatar. Namun, posisinya bisa dijalankan dengan baik oleh Nathan Saliba. Namun, kini Kanada juga masih menanti kondisi Stephen Eustaquio serta gelandang Moise Bombito.

Dalam laga ini, Kanada akan bermain di luar kandang mereka dan menjadi tim tandang. Mereka berharap terus diikuti oleh para pendukung setia mereka ke Los Angeles. Ini akan memberi atmosfer berbeda karena lebih menantang dibandingkan laga kandang.
“Saya rasa, saya tidak akan mengatakan lebih suka, tetapi kami benar-benar menyukai lingkungan yang penuh tekanan. Kami benar-benar menyukai dukungan penonton tandang, karena itu memberi Anda motivasi ekstra untuk membuktikan bahwa semua penggemar di sekitar Anda salah,” ujar penyerang Kanada Tani Oluwaseyi.
Rekan setimnya, Tajon Buchanan juga menilai laga di Los Angeles bukan masalah. Mereka hanya akan fokus bermain dan memenangi laga.
“Sekarang kami berada di fase gugur Piala Dunia, dan ini adalah tempat yang kami inginkan, jadi, ya, ini hanya tentang tampil di sana, berkompetisi, dan memenangi pertandingan. Kami semua sangat bersemangat dan menantikan itu,” tegas Buchanan.
Bagi Marsch, tampil di luar kandang bisa menguntungkan karena para pemain bisa sejenak lepas dari hiruk pikuk euforia pendukung di lokasi latihan latihan. Mereka bisa fokus beristirahat dan mempersiapkan strategi.
“Meskipun kami sangat menikmati penonton tuan rumah, saya pikir pergi ke LA saat ini, kami membutuhkan itu, karena saat ini saya pikir bahkan tim kami telah didorong hingga batas maksimalnya, dan saya pikir kami memerlukan tiga hari untuk tenang, untuk fokus,” ujar Marsch.

“Latihannya tidak akan terlalu intensif, yang penting adalah pemulihan, rehabilitasi, dan kemudian memberi energi kembali untuk benar-benar kembali menjalani pertandingan terbesar yang pernah kami jalani sebagai sebuah program, jadi itulah yang kami fokuskan saat ini,” pungkas Marsch. (REUTERS)
LOS ANGELES, JUMAT – Pelatih tim nasional Afrika Selatan Hugo Broos mengeluhkan jarak yang harus ditempuh oleh timnya menjelang laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Kanada. Oleh karena itu, pelatih berusia 74 tahun itu mengutamakan pemulihan fisik para pemainnya dalam jeda empat hari. Stamina sangat penting karena ”Bafana Bafana” harus meredam gempuran Kanada yang agresif. Menembus benteng pertahanan Afrika Selatan tidak akan mudah, oleh karena itu para pemain Kanada akan memaksimalkan keuntungan kondisi fisik untuk menang.
Setelah menang 1-0 atas Korea Selatan di Monterrey, Rabu waktu setempat, skuad Afrika Selatan sebenarnya ingin langsung terbang ke Los Angeles, di mana mereka akan mejalani laga babak 32 besar. Namun, FIFA tidak mengizinkan, karena mereka harus kembali ke kandang mereka di Pachuca, sekitar 95 kilometer dari Mexico City. Broos dan anak-anak asuhnya baru boleh terbang ke Los Angeles pada Jumat. Artinya, mereka hanya memiliki waktu dia hari untuk bersiap.
Laga babak 32 besar antara Afrika Selatan dan Kanada akan berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles pada Senin (29/6/2026) mulai pukul 2.00 WIB.
Baca JugaAfrika Selatan Mencetak Sejarah, ”Bafana Bafana” Kembali Milik Bersama
“Ini cukup disayangkan di mana kami harus menempuh perjalanan ke Pachuca pada Kamis dan kemudian ke LA setelah itu. Kami sudah ingin berangkat langsung ke LA pada Kamis, tetapi FIFA tidak mengizinkan itu,” ujar Broos dikutip media Afrika Selatan Sunday Times.
“Itu cukup menjengkelkan karena kami ingin berangkat besok (Kamis waktu setempat) ke lokasi kami akan bertanding, tetapi tidak bisa seperti itu. Kita harus melakukan pemulihan dengan sangat baik dalam beberapa hari ke depan, dan latihan tidak begitu penting,” tegas Broos.

Saya sangat bangga dengan performa tim saya, dan saya pikir kami telah memberikan jawaban kepada semua orang yang banyak bicara dalam beberapa pekan terakhir yang mengira kami harus mengubah sesuatu.
Pelatih berusia 74 tahun itu mempersiapkan skuadnya dalam kondisi sebugar mungkin untuk menjalankan taktik bertahan ketat dan menyerang balik, seperti saat mengalahkan Korea Selatan. Namun, lawan kali ini, Kanada memiliki daya gempur yang lebih kuat dengan stamina pemain di level sangat tinggi. Oleh karena itu, kondisi fisik akan menentukan konsentrasi pemain dalam bertahan, serta menciptakan peluang gol melalui serangan balik kilat.
“Pemulihan (kondisi fisik) merupakan hal terpenting, dan pada Minggu (Senin WIB), Anda akan menyaksikan sebuah tim yang yakin pada diri mereka sendiri dan sebuah tim yang akan bertarung sangat kuat selama 90 menit,” tegas Broos.
Afrika Selatan sedang dalam motivasi tinggi untuk melangkah lebih jauh, setelah membalikkan prediksi mereka akan tersingkir lebih awal. Mereka mengawali fase grup dengan kekalahan 0-2 dari Meksiko, kemudian bermain 1-1 melawan Ceko. Dalam laga kedua itu, Broos dikritijk oleh para pendukung Bafana Bafana karena terlalu bermain terbuka. Mereka kemudian kembali ke pola permainan bertahan solid dan menyerang balik untuk menundukan Korea Selatan.
Baca JugaPertarungan Dua Singa Terluka demi Harapan Tersisa
“Saya sangat bangga dengan performa tim saya, dan saya pikir kami telah memberikan jawaban kepada semua orang yang banyak bicara dalam beberapa pekan terakhir yang mengira kami harus mengubah sesuatu,” ujar Broos.
Afrika Selatan sebenarnya bukan lawan yang diharapkan oleh Kanada, karena mereka memperkirakan akan bertemu Korea Selatan. Namun, Korea Selatan yang hanya perlu hasil imbang, ternyata kalah dari Afrika Selatan yang tampil efisien dengan atletisisme.

“Saya mengharapkan mereka menampilkan performa yang sangat kuat seperti yang saya tahu mereka mampu lakukan. Tetapi yang saya lihat dalam pertandingan adalah tim Afrika Selatan yang jauh lebih dominan dan memaksakan diri sesuai keinginan mereka, dan tentu saja dalam banyak momen individu, atau momen transisi, Anda dapat melihat atletisisme dan kualitas tim,” ujar pelatih Kanada Jesse Marsch pada Kamis.
“Hal penting bagi kami adalah memastikan bahwa kami membatasi kemampuan mereka untuk keluar ke ruang terbuka, dan kami sangat disiplin dalam taktik kami, serta kemudian berani untuk mengejar kemenangan, dengan cara kami sendiri,” tegas Marsch dikutip Canadian Soccer Daily.
Baca JugaCeko dan Afsel Terancam Angkat Koper Lebih Awal
Dalam laga ini, Marsch kemungkinan besar sudah bisa memainkan Alphonso Davies yang belum tampil dalam tiga laga grup karena masih pemulihan cedera. Jika Davies bisa tampil di akan memberi suntikan daya gedor melalui sisi lebar lapangan.
“Dia bisa memberikan dampak besar, baik secara fisik maupun dalam hal sepak bola, tetapi juga secara mental dan psikologis, dengan kembalinya kapten kami, pemain terbaik kami kembali ke tim,” kata Marsch.
Kanada sudah kehilangan gelandang Ismael Kone yang cedera kaki kiri dalam laga melawan Qatar. Namun, posisinya bisa dijalankan dengan baik oleh Nathan Saliba. Namun, kini Kanada juga masih menanti kondisi Stephen Eustaquio serta gelandang Moise Bombito.

Dalam laga ini, Kanada akan bermain di luar kandang mereka dan menjadi tim tandang. Mereka berharap terus diikuti oleh para pendukung setia mereka ke Los Angeles. Ini akan memberi atmosfer berbeda karena lebih menantang dibandingkan laga kandang.
“Saya rasa, saya tidak akan mengatakan lebih suka, tetapi kami benar-benar menyukai lingkungan yang penuh tekanan. Kami benar-benar menyukai dukungan penonton tandang, karena itu memberi Anda motivasi ekstra untuk membuktikan bahwa semua penggemar di sekitar Anda salah,” ujar penyerang Kanada Tani Oluwaseyi.
Rekan setimnya, Tajon Buchanan juga menilai laga di Los Angeles bukan masalah. Mereka hanya akan fokus bermain dan memenangi laga.
“Sekarang kami berada di fase gugur Piala Dunia, dan ini adalah tempat yang kami inginkan, jadi, ya, ini hanya tentang tampil di sana, berkompetisi, dan memenangi pertandingan. Kami semua sangat bersemangat dan menantikan itu,” tegas Buchanan.
Baca JugaJejak Guardiola Antar Swiss Tumbangkan Kanada
Bagi Marsch, tampil di luar kandang bisa menguntungkan karena para pemain bisa sejenak lepas dari hiruk pikuk euforia pendukung di lokasi latihan latihan. Mereka bisa fokus beristirahat dan mempersiapkan strategi.
“Meskipun kami sangat menikmati penonton tuan rumah, saya pikir pergi ke LA saat ini, kami membutuhkan itu, karena saat ini saya pikir bahkan tim kami telah didorong hingga batas maksimalnya, dan saya pikir kami memerlukan tiga hari untuk tenang, untuk fokus,” ujar Marsch.

“Latihannya tidak akan terlalu intensif, yang penting adalah pemulihan, rehabilitasi, dan kemudian memberi energi kembali untuk benar-benar kembali menjalani pertandingan terbesar yang pernah kami jalani sebagai sebuah program, jadi itulah yang kami fokuskan saat ini,” pungkas Marsch. (REUTERS)