Jakarta –
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Ir Abraham Liyanto meluncurkan program beasiswa khusus bagi juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program tersebut menjadi bentuk apresiasi nyata kepada pelajar berprestasi sekaligus menjadi gerakan awal yang diharapkan dapat diterapkan secara nasional.
Pengumuman itu disampaikan Abraham saat membuka LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi NTT di Kupang. Menurut Abraham, LCC Empat Pilar bukan sekadar kompetisi akademik, melainkan pelaksanaan amanat konstitusi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 serta Tata Tertib MPR RI yang menugaskan Badan Sosialisasi MPR RI untuk memasyarakatkan Empat Pilar Kebangsaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Lomba atau sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini merupakan amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 dan Tata Tertib MPR RI. Salah satu metode memasyarakatkan Empat Pilar adalah melalui Lomba Cerdas Cermat ini,” ujar Abraham, dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Abraham menegaskan kegiatan yang diikuti pelajar SMA/sederajat tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, dan karakter generasi muda.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik RI (BPS) Tahun 2025, Abraham menyebut generasi milenial dan Gen Z mencapai sekitar 110 juta jiwa atau sekitar 38-40% dari total penduduk Indonesia.
Menurut Abraham, kelompok inilah yang akan menentukan arah bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Generasi muda bukan sekadar penerus, tetapi pemilik masa depan Republik Indonesia. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama membangun fondasi kebangsaan yang kuat agar mereka mampu menjaga keutuhan bangsa,” kata Abraham.
Abraham juga mengingatkan agar para peserta menjadikan kompetisi ini sebagai ajang mempererat persaudaraan, memperluas jejaring antardaerah, serta menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan melalui media sosial secara positif.
Beasiswa Dimulai dari NTT
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi peserta, Abraham mengumumkan pemberian beasiswa dari Abraham Foundation kepada tim juara yang akan mewakili Provinsi NTT pada LCC Empat Pilar tingkat nasional.
Menurut Abraham, program tersebut menjadi langkah awal yang dimulai dari NTT dan diharapkan dapat diikuti oleh pimpinan MPR RI lainnya melalui berbagai yayasan pendidikan sehingga semakin banyak pelajar berprestasi memperoleh apresiasi.
Selain itu, Abraham menilai keberlanjutan program LCC Empat Pilar memerlukan kolaborasi antara MPR RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta pemerintah daerah.
“Kami telah berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Mengingat luasnya wilayah Indonesia, pelaksanaan kegiatan ini memerlukan sinergi antara MPR RI, pemerintah pusat, gubernur, dan bupati agar jangkauannya semakin luas,” jelas Abraham.
Dukungan dari Pemprov NTT
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan LCC Empat Pilar. Mewakili Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi NTT Ambrosius Kodo menegaskan penguatan Empat Pilar menjadi semakin penting di tengah tantangan era digital.
Dalam sambutan tertulis Gubernur, disebutkan maraknya ujaran kebencian, intoleransi, hoaks, dan disinformasi di media sosial menjadi ancaman serius bagi persatuan bangsa sehingga perlu diantisipasi melalui pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan.
“Nasionalisme tidak pernah tumbuh secara otomatis hanya karena seseorang terlahir sebagai warga negara. Nasionalisme harus dibangun melalui penanaman nilai-nilai luhur yang membentuk rasa memiliki terhadap bangsa dan negara,” ujar Ambrosius.
Ambrosius menambahkan investasi terbaik bagi masa depan Indonesia adalah membekali generasi muda dengan karakter kebangsaan yang kuat.
“Cepat atau lambat, para peserta LCC hari ini akan menjadi pemimpin bangsa. Karena itu, menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda adalah sebuah keharusan, bukan lagi pilihan,” tutur Ambrosius.
LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi NTT diikuti sembilan sekolah terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten/kota, yakni SMAS Regina Pacis Bajawa, SMAN 2 Borong, SMAN 1 Maumere, SMAN 2 Kefamenanu, SMAN 1 Amarasi, SMA Katolik Syuradikara, SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri Kupang, SMAN 1 Waingapu, dan SMA Suria Atambua.
Sebagai informasi, pembukaan kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemprov NTT, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Lantamal VII Kupang, Korem 161/Wira Sakti, Lanud El Tari, Sekretariat Jenderal (Sekjen) MPR RI.
Hadir pula akademisi dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA) dan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) yang bertugas sebagai dewan juri.
(prf/ega)