LONDON, JUMAT – Untuk pertama kali seorang raja Inggris yang masih berkuasa, mau buka-bukaan soal pembayaran pajaknya. Raja Charles III telah membayar pajak pribadi sekitar 30 juta pound atau sekitar Rp 713 miliar sejak menjadi raja pada 10 September 2022. Jumlah pajak yang dibayarkan Raja Charles III menempatkannya di 100 pembayar pajak terbesar di Inggris.
Bukan hanya Raja Charles III, putra sulung dan pewaris Charles, Pangeran William, juga ikut buka-bukaan. Pajak pribadi yang sudah dibayarkan Pangeran William sejak mewarisi gelar Pangeran Wales ketika ayahnya menjadi raja sebesar Rp 475 miliar.
Pembayaran pajak pribadi raja dan pangeran ini diungkapkan pihak Istana Buckingham, Kamis (25/6/2026). “Pengungkapan penting ini bagian dari komitmen Rumah Tangga Kerajaan pada transparansi karena keuangan kerajaan semakin di bawah pengawasan publik. Pengungkapan ini keputusan pribadi yang dibuat Raja dan Pangeran. Ini untuk mendorong pemahaman tentang akuntabilitas kami,” sebut pihak istana.
Catatan keuangan juga menunjukkan Raja Charles III sudah membayar pajak pribadi sebesar Rp 278 miliar untuk tahun 2023-2024 dan Rp 290 miliar untuk 2024-2025. Sementara Pangeran William membayar Rp 198 miliar untuk periode yang sama. Untuk pajak yang harus dibayar untuk tahun 2025-2026 masih diaudit dan akan diumumkan tahun depan.
Berdasarkan hukum Inggris, para raja tidak wajib membayar pajak penghasilan, pajak keuntungan modal, atau pajak warisan. Ratu Elizabeth II, mendiang ibu Raja Charles III, tidak pernah mengungkapkan pajak pribadinya selama tujuh dekade masa pemerintahannya.
Namun, sejak 1993 mereka secara sukarela membayar pajak penghasilan dan pajak keuntungan modal menyusul tekanan publik dan pengawasan terhadap keuangan keluarga kerajaan. Tekanan menguat terutama setelah kebakaran Kastil Windsor yang butuh perbaikan yang mahal.
Dari catatan keuangan itu terlihat kunjungan kerajaan ke luar negeri yang paling mahal adalah perjalanan tiga hari Pangeran William ke Arab Saudi pada Februari 2026. Biayanya mencapai Rp 3 miliar. Ini sedikit lebih mahal daripada biaya perjalanan sebesar 126.946 pound untuk kunjungan kenegaraan raja dan ratu selama empat hari ke Italia pada April 2025.
Perjalanan raja dengan kereta kerajaan ke Lancaster pada Juni 2025 biayanya 48.460 pound. Kereta tersebut akan dihentikan operasinya pada tahun 2027 untuk menghemat biaya. Sekitar 177 perjalanan helikopter dilakukan oleh keluarga kerajaan selama tahun lalu dengan total biaya 733.063 pound atau sekitar Rp 17,4 miliar.
Menurut BBC, angka-angka pajak pribadi Raja Charles III dan Pangeran William tidak memberikan rincian lengkap tentang bagaimana pajak tersebut dihitung. Catatan keuangan menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan publik tahunan untuk Rumah Tangga Kerajaan, Hibah Kedaulatan, meningkat menjadi 99,9 juta pound atau Rp 2,4 triliun untuk tahun 2027-2028.
Pembayaran tahunan pemerintah untuk menutupi biaya tugas-tugas resmi kerajaan dan istana telah ditingkatkan lebih dari setengahnya pada 2025-2026 menjadi 132,1 juta pound atau Rp 3,1 triliun untuk menutupi biaya renovasi Istana Buckingham dan bangunan kerajaan lainnya.
Sumber pendapatan
Para raja Inggris mendapatkan uang dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut termasuk Hibah Kedaulatan yang didanai publik serta pendapatan pribadi Kadipaten Lancaster senilai puluhan juta poundsterling. Sumber pendapatan pribadi raja lainnya termasuk perkebunan Balmoral dan Sandringham mereka serta koleksi seni, perhiasan, dan perangko, investasi, dan tabungan pribadi.

Sumber-sumber ini memberi raja penghasilan tahunan untuk tahun 2025-2026 saja sekitar Rp 599 miliar. Pangeran William menerima penghasilan dari Kadipaten Cornwall -sebuah perkebunan turun-temurun seluas 130.000 hektar senilai satu miliar poundsterling yang juga mencakup lapangan kriket Oval di London- yang mendanai tugas-tugas resmi, kantornya, dan kehidupan keluarga pribadinya.
Pajak sudah diungkapkan, tetapi investasi pribadi raja dan pangeran yang belum diungkapkan. Harian The Guardian juga mempertanyakan seberapa kaya sebenarnya raja dan kerajaan? Kekayaan pribadi raja pada umumnya disembunyikan dari publik. Keuangan pribadi keluarga Windsor biasanya dirahasiakan.
Namun, The Guardian pada tahun 2023 melakukan audit komprehensif terhadap aset raja, mulai dari tumpukan harta karun dan perhiasan bertatahkan berlian, hingga lukisan karya Claude Monet dan Salvador Dalí, Rolls-Royce, kuda pacuan, dan perangko langka. Diperkirakan kekayaan pribadi raja mencapai 1,8 miliar pound atau sekitar Rp 43 triliun. Istana Buckingham mengatakan angka itu “campuran spekulasi, asumsi, dan ketidakakuratan yang sangat kreatif”.
Pangeran William menyatakan ia tidak akan lagi mendapatkan keuntungan pribadi dari pendapatan sewa tahunan sebesar 1,5 juta pound yang dihasilkan oleh Penjara Dartmoor yang terbengkalai. Ia meminta agar jumlah tersebut dikeluarkan dari pendapatan Kadipaten Cornwall dan dialokasikan saja untuk mendukung komunitas lokal, khususnya di pedesaan Princetown yang dekat dengan penjara. Dartmoor telah kosong sejak tahun 2024 karena tingginya kadar gas beracun, radon, yang ditemukan di dalam bangunan tersebut.
Dana publik
Hibah Kedaulatan menyediakan pendanaan publik untuk biaya operasional monarki. Ini termasuk biaya staf inti, pengeluaran operasional rumah tangga resmi raja termasuk resepsi, pemeliharaan istana di Inggris, dan biaya perjalanan untuk kegiatan kerajaan. Jumlah anggaran kerajaan diputuskan oleh Dewan Pengawas Kerajaan yang terdiri dari Perdana Menteri Sir Keir Starmer, Menteri Keuangan Rachel Reeves, dan Penjaga Dompet Pribadi Raja dan Bendahara James Chalmers.

Uang tambahan tersebut akan digunakan untuk membayar pemeliharaan bangunan bersejarah, memperkuat keamanan siber di kediaman kerajaan, dan mendukung transisi ke energi hijau dengan 11 juta pound yang dialokasikan untuk mengganti boiler di Kastil Windsor.
Chalmer menegaskan pendanaan tersebut “bukan cek kosong” dan ada pemeriksaan ketat untuk memastikan hibah tersebut memberikan nilai yang sepadan. “Pengeluaran diatur oleh standar dan disiplin yang sama seperti badan yang didanai publik lainnya, dengan persyaratan nilai uang yang ketat, perencanaan terperinci, strategi multi-tahun, audit independen, dan pengawasan Departemen Keuangan,” ujarnya.
Selama 10 tahun terakhir, Hibah Kedaulatan berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada jumlah intinya untuk menutupi biaya renovasi besar Istana Buckingham yang akan selesai pada akhir tahun 2027. Setelah pekerjaan selesai, angka tahunan akan turun dari 137,9 juta pound menjadi pendanaan inti sebesar 99,9 juta pound.
“Hibah Kedaulatan tidak memberikan pendapatan pribadi kepada anggota Keluarga Kerajaan. Ini mendanai pekerjaan lembaga tersebut, bukan kehidupan pribadi atau kekayaan pribadi,” kata Chalmers.
Norman Baker, mantan Menteri Dalam Negeri dari Partai Liberal Demokrat dan kritikus pendanaan kerajaan, kepada BBC mengatakan pembayaran pajak pribadi raja menunjukkan bahwa sumber pendapatan bagi raja dan pangeran sangat besar dan perlu dijelaskan mengapa mereka “sangat mahal”.

Sementara itu, Crown Estate -sebuah bisnis komersial independen yang mengawasi kepemilikan tanah dan properti keluarga kerajaan, tetapi menyerahkan hasilnya kepada pemerintah- mengumumkan bahwa keuntungannya telah merosot selama setahun terakhir. Mereka menentukan besarnya hibah, yang saat ini ditetapkan sebesar 12 persen dari pendapatannya dari dua tahun sebelumnya.
Pada tahun ini hingga Maret, laba operasional di Crown Estate -yang memiliki lahan yang sangat luas, termasuk sebagian besar garis pantai di sekitar Inggris- turun menjadi 1,2 miliar pound, dari 1,4 miliar pound pada tahun sebelumnya. Ini terjadi karena adanya penurunan biaya pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai karena proyek-proyek memasuki fase konstruksi baru. (AFP/AP)
LONDON, JUMAT – Untuk pertama kali seorang raja Inggris yang masih berkuasa, mau buka-bukaan soal pembayaran pajaknya. Raja Charles III telah membayar pajak pribadi sekitar 30 juta pound atau sekitar Rp 713 miliar sejak menjadi raja pada 10 September 2022. Jumlah pajak yang dibayarkan Raja Charles III menempatkannya di 100 pembayar pajak terbesar di Inggris.
Bukan hanya Raja Charles III, putra sulung dan pewaris Charles, Pangeran William, juga ikut buka-bukaan. Pajak pribadi yang sudah dibayarkan Pangeran William sejak mewarisi gelar Pangeran Wales ketika ayahnya menjadi raja sebesar Rp 475 miliar.
Baca JugaRaja Charles III Lebih Miskin daripada Raja-raja di Asia dan Afrika
Pembayaran pajak pribadi raja dan pangeran ini diungkapkan pihak Istana Buckingham, Kamis (25/6/2026). “Pengungkapan penting ini bagian dari komitmen Rumah Tangga Kerajaan pada transparansi karena keuangan kerajaan semakin di bawah pengawasan publik. Pengungkapan ini keputusan pribadi yang dibuat Raja dan Pangeran. Ini untuk mendorong pemahaman tentang akuntabilitas kami,” sebut pihak istana.
Catatan keuangan juga menunjukkan Raja Charles III sudah membayar pajak pribadi sebesar Rp 278 miliar untuk tahun 2023-2024 dan Rp 290 miliar untuk 2024-2025. Sementara Pangeran William membayar Rp 198 miliar untuk periode yang sama. Untuk pajak yang harus dibayar untuk tahun 2025-2026 masih diaudit dan akan diumumkan tahun depan.

Berdasarkan hukum Inggris, para raja tidak wajib membayar pajak penghasilan, pajak keuntungan modal, atau pajak warisan. Ratu Elizabeth II, mendiang ibu Raja Charles III, tidak pernah mengungkapkan pajak pribadinya selama tujuh dekade masa pemerintahannya.
Namun, sejak 1993 mereka secara sukarela membayar pajak penghasilan dan pajak keuntungan modal menyusul tekanan publik dan pengawasan terhadap keuangan keluarga kerajaan. Tekanan menguat terutama setelah kebakaran Kastil Windsor yang butuh perbaikan yang mahal.
Dari catatan keuangan itu terlihat kunjungan kerajaan ke luar negeri yang paling mahal adalah perjalanan tiga hari Pangeran William ke Arab Saudi pada Februari 2026. Biayanya mencapai Rp 3 miliar. Ini sedikit lebih mahal daripada biaya perjalanan sebesar 126.946 pound untuk kunjungan kenegaraan raja dan ratu selama empat hari ke Italia pada April 2025.
Baca JugaPangeran William-Kate, Raja dan Ratu Harapan Masa Depan Inggris
Perjalanan raja dengan kereta kerajaan ke Lancaster pada Juni 2025 biayanya 48.460 pound. Kereta tersebut akan dihentikan operasinya pada tahun 2027 untuk menghemat biaya. Sekitar 177 perjalanan helikopter dilakukan oleh keluarga kerajaan selama tahun lalu dengan total biaya 733.063 pound atau sekitar Rp 17,4 miliar.
Menurut BBC, angka-angka pajak pribadi Raja Charles III dan Pangeran William tidak memberikan rincian lengkap tentang bagaimana pajak tersebut dihitung. Catatan keuangan menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan publik tahunan untuk Rumah Tangga Kerajaan, Hibah Kedaulatan, meningkat menjadi 99,9 juta pound atau Rp 2,4 triliun untuk tahun 2027-2028.
Pembayaran tahunan pemerintah untuk menutupi biaya tugas-tugas resmi kerajaan dan istana telah ditingkatkan lebih dari setengahnya pada 2025-2026 menjadi 132,1 juta pound atau Rp 3,1 triliun untuk menutupi biaya renovasi Istana Buckingham dan bangunan kerajaan lainnya.
Sumber pendapatan
Para raja Inggris mendapatkan uang dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut termasuk Hibah Kedaulatan yang didanai publik serta pendapatan pribadi Kadipaten Lancaster senilai puluhan juta poundsterling. Sumber pendapatan pribadi raja lainnya termasuk perkebunan Balmoral dan Sandringham mereka serta koleksi seni, perhiasan, dan perangko, investasi, dan tabungan pribadi.

Sumber-sumber ini memberi raja penghasilan tahunan untuk tahun 2025-2026 saja sekitar Rp 599 miliar. Pangeran William menerima penghasilan dari Kadipaten Cornwall -sebuah perkebunan turun-temurun seluas 130.000 hektar senilai satu miliar poundsterling yang juga mencakup lapangan kriket Oval di London- yang mendanai tugas-tugas resmi, kantornya, dan kehidupan keluarga pribadinya.
Pajak sudah diungkapkan, tetapi investasi pribadi raja dan pangeran yang belum diungkapkan. Harian The Guardian juga mempertanyakan seberapa kaya sebenarnya raja dan kerajaan? Kekayaan pribadi raja pada umumnya disembunyikan dari publik. Keuangan pribadi keluarga Windsor biasanya dirahasiakan.
Baca JugaPuri Balmoral dan Aset-aset Warisan Ratu Elizabeth II
Namun, The Guardian pada tahun 2023 melakukan audit komprehensif terhadap aset raja, mulai dari tumpukan harta karun dan perhiasan bertatahkan berlian, hingga lukisan karya Claude Monet dan Salvador Dalí, Rolls-Royce, kuda pacuan, dan perangko langka. Diperkirakan kekayaan pribadi raja mencapai 1,8 miliar pound atau sekitar Rp 43 triliun. Istana Buckingham mengatakan angka itu “campuran spekulasi, asumsi, dan ketidakakuratan yang sangat kreatif”.
Pangeran William menyatakan ia tidak akan lagi mendapatkan keuntungan pribadi dari pendapatan sewa tahunan sebesar 1,5 juta pound yang dihasilkan oleh Penjara Dartmoor yang terbengkalai. Ia meminta agar jumlah tersebut dikeluarkan dari pendapatan Kadipaten Cornwall dan dialokasikan saja untuk mendukung komunitas lokal, khususnya di pedesaan Princetown yang dekat dengan penjara. Dartmoor telah kosong sejak tahun 2024 karena tingginya kadar gas beracun, radon, yang ditemukan di dalam bangunan tersebut.
Dana publik
Hibah Kedaulatan menyediakan pendanaan publik untuk biaya operasional monarki. Ini termasuk biaya staf inti, pengeluaran operasional rumah tangga resmi raja termasuk resepsi, pemeliharaan istana di Inggris, dan biaya perjalanan untuk kegiatan kerajaan. Jumlah anggaran kerajaan diputuskan oleh Dewan Pengawas Kerajaan yang terdiri dari Perdana Menteri Sir Keir Starmer, Menteri Keuangan Rachel Reeves, dan Penjaga Dompet Pribadi Raja dan Bendahara James Chalmers.

Uang tambahan tersebut akan digunakan untuk membayar pemeliharaan bangunan bersejarah, memperkuat keamanan siber di kediaman kerajaan, dan mendukung transisi ke energi hijau dengan 11 juta pound yang dialokasikan untuk mengganti boiler di Kastil Windsor.
Chalmer menegaskan pendanaan tersebut “bukan cek kosong” dan ada pemeriksaan ketat untuk memastikan hibah tersebut memberikan nilai yang sepadan. “Pengeluaran diatur oleh standar dan disiplin yang sama seperti badan yang didanai publik lainnya, dengan persyaratan nilai uang yang ketat, perencanaan terperinci, strategi multi-tahun, audit independen, dan pengawasan Departemen Keuangan,” ujarnya.
Baca JugaNasib Para Ahli Waris Kerajaan-kerajaan yang Runtuh di Eropa
Selama 10 tahun terakhir, Hibah Kedaulatan berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada jumlah intinya untuk menutupi biaya renovasi besar Istana Buckingham yang akan selesai pada akhir tahun 2027. Setelah pekerjaan selesai, angka tahunan akan turun dari 137,9 juta pound menjadi pendanaan inti sebesar 99,9 juta pound.
“Hibah Kedaulatan tidak memberikan pendapatan pribadi kepada anggota Keluarga Kerajaan. Ini mendanai pekerjaan lembaga tersebut, bukan kehidupan pribadi atau kekayaan pribadi,” kata Chalmers.
Norman Baker, mantan Menteri Dalam Negeri dari Partai Liberal Demokrat dan kritikus pendanaan kerajaan, kepada BBC mengatakan pembayaran pajak pribadi raja menunjukkan bahwa sumber pendapatan bagi raja dan pangeran sangat besar dan perlu dijelaskan mengapa mereka “sangat mahal”.

Sementara itu, Crown Estate -sebuah bisnis komersial independen yang mengawasi kepemilikan tanah dan properti keluarga kerajaan, tetapi menyerahkan hasilnya kepada pemerintah- mengumumkan bahwa keuntungannya telah merosot selama setahun terakhir. Mereka menentukan besarnya hibah, yang saat ini ditetapkan sebesar 12 persen dari pendapatannya dari dua tahun sebelumnya.
Pada tahun ini hingga Maret, laba operasional di Crown Estate -yang memiliki lahan yang sangat luas, termasuk sebagian besar garis pantai di sekitar Inggris- turun menjadi 1,2 miliar pound, dari 1,4 miliar pound pada tahun sebelumnya. Ini terjadi karena adanya penurunan biaya pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai karena proyek-proyek memasuki fase konstruksi baru. (AFP/AP)